LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua PP
GP Ansor H Hadi M Musa Said menegaskan, perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah tak bisa lepas dari peran para ulama, kiai, hingga santri. Itu terlihat dari perjuangan serta komitmen nasionalisme yang kuat untuk dapat melepaskan Nusantara dari cengkraman penjajah.
"Terlihat dari petikan kalimat Pembukaan UUD 45 alinea ketiga yakni, Atas Berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa merupakan usulan Kiai Abdul Wahab. Itu menandakan peran para ulama dan pesantren sangat luar biasa," kata Hadi dikutip dari laman resmi NU, Rabu (18/8/2021).
Baca Juga: Sulsel Siap Ekspor 716.000 Ton Komoditas Hadi mengatakan, para kiai selalu menanamkan semangat berjuang kepada santri. Maka, tak heran jika semangat nasionalisme tertanam kuat bahkan mendarah daging dalam kehidupan santri.
Itu merupakan keistimewaan besar yang perlu dijaga dan dilestarikan. Pasalnya, para santri adalah penerus tongkat estafet perjuangan para ulama terdahulu. Para santri di
Indonesia senantiasa menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan dengan penuh tanggung jawab.
"Tanpa adanya para ulama, kiai, ajengan, dan santri, saya tidak yakin Indonesia masih bisa bertahan," ujarnya.
Di usia Indonesia yang ke-76, para
santri bertanggung jawab memulihkan martabat kebangsaan, membangkitkan semangat keindonesiaan dan kebersamaan. Pasalnya, saat ini nilai-nilai tersebut mulai hilang, bahkan ada beberapa kelompok yang kelilipan pada perjalanan bangsa ini.
Baca Juga: Anak-Anak Punk Upacara HUT ke-76 RI, Ternyata Santri Tasawuf Underground"Kalau kata para ulama, memerdekakan adalah tugas kami, tapi mengawal kemerdekaan, menjaga kedaulatan Indonesia, itu tugas santri," ucapnya.
Maka itu, kata dia, keshalehan ritual dan sosial harus diperkuat. Dengan modal itu, santri harus terjun dan masuk ke dalam berbagai sektor kehidupan sosial masyarakat. Pasalnya, santri disiapkan untuk menjadi pemimpin. Untuk mewujudkan itu, santri harus membekali diri dengan berbagai macam keilmuan umum dan keagamaan.
'Karenanya harus tercipta santri ahli
teknologi, hukum, sejarah, ekonomi, kedokteran. Tentunya yang berjiwa santri," ungkapnya.
Baca Juga:
Siap-Siap Ganti HP, Android Gingerbread ke Bawah akan Diskontinu
Rektor Al Azhar: Kemajuan Teknologi Kunci Entaskan Masalah Kedaulatan Pangan(asf)