alexametrics
Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 26 November 2022
home sosok muslim detail berita

Ayat Qur'an Ini Getarkan Hati Chrisye hingga Tak Henti Menangis

Muhajirin Sabtu, 05 November 2022 - 16:43 WIB
Ayat Qur'an Ini Getarkan Hati Chrisye hingga Tak Henti Menangis
Krismansyah Rahadi alias Chrisye (foto: spotify)
LANGIT7.ID - Penyanyi legendaris Indonesia, almarhum Krismansyah Rahadi alias Chrisye pernah tergetar oleh sebuah ayat dalam Al-Qur'an yang jadi sumber inspirasi lagunya. Kisah ini dituturkan Sastrawan Indonesia, Taufiq Ismail, di Majalah Sastra Horison sepeninggal Chrisye pada 2007.

Taufiq Ismail bercerita tentang pertemuannya dengan Chrisye dalam sebuah acara pada 1997. Kala itu, Chrisye bercengkrama dengan Taufiq tentang sebuah lagu yang baru saja dia tulis.

"Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?" kata Chrisye kepada Taufiq.

Sebagai penikmat lagu-lagu Chrisye, Taufiq tanpa basa-basi menyanggupi permintaan tersebut. “Kapan mesti selesai?” tanya Taufiq. “Sebulan," jawab Chrisye.

Sebagai sastrawan, Taufiq memiliki banyak agenda lain. Tapi, dia tidak keberatan dengan permintaan tersebut. Kaset lagu yang dimaksud dikirim ke alamat Taufiq beserta keterangan beberapa baris lirik yang diperlukan, dan setiap lirik berapa jumlah ketukan yang akan diisi suku kata. Chrisye menginginkan puisi religius.

Baca Juga: Bolehkan Beribadah Hanya karena Berharap Surga dan Takut Neraka?


Taufiq mendengarkan lagu itu. “indah sekali. Saya suka betul,” ujarnya. Waktu terus berjalan. Sepekan berlalu belum ada ide. Dua pekan, begitu juga. Pekan ketiga, inspirasi masih tertutup. Padahal, lagu itu cantik jelita.

Saat ide macet, memang tidak ada yang bisa diperbuat. Taufiq lalu berfikir untuk menelpon Chrisye keesokan harinya untuk mengembalikan pita rekaman tersebut.

Sebelum matahari tampak, malam hari Taufiq memiliki kebiasaan membaca Surah Yasin. Saat sampai pada ayat 65 yang berbunyi:

اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Yasin: 65)

Saat membaca ayat itu, hati Taufiq tergugah. Makna ayat tentang hari pengadilan akhirat sangat luar biasa. Dia lalu menghidupkan kembali pita rekaman dan bergegas memindahkan makna ayat itu ke lirik-lirik tersebut.

Baca Juga: Apakah Setiap Muslim Akan Masuk Surga tapi Disiksa Dulu di Neraka?

Awalnya, Taufiq ragu makna yang sangat berbobot bisa masuk pas ke dalam lirik lagu. Namun, keragu-raguan itu perlahan teratasi dan akhirnya penulisan lirik pun selesai. Lagu itu lalu diberi judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Keesokan hari, dengan lega Taufiq berkata ke Chrisye melalui sambungan telpon, “Chris, alhamdulillah selesai". Chrisye sangat gembira. Dia belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut.
Saat Chrisye Menangis

Saat Chrisye berlatih menyanyikan lagu itu, baru dua baris dia sudah menangis. Menyanyi lagi, menangis lagi. Berkali-kali. Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye – Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), Chrisye mengatakan:

“Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan.

Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu.

Baca Juga: Waspadalah, Rajin Ibadah Bukan Jaminan Masuk Surga

Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.”

Dari balik telpon, Taufiq menjelaskan, "Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65."

Taufiq lalu menyarankan untuk tenang saat menyanyikan lagu itu. Bunyi ayat menggetarkan hati bagi siapa saja yang membacanya. Meski sudah ditenangkan Yanti Taufiq, namun Chrisye masih menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studi. Gagal, dan gagal lagi.

Chrisye mengaku berkali-kali menangis dan duduk dengan lemas. Dia belum pernah merasakan hal demikian, dilumpuhkan oleh lagu sendiri. Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu.

Erwin Gutawa selaku komposer, sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan Chrisye bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi.

Hari terakhir menjelang ke Australia, Chrisye lalu mengajak Yanti ke studio menemani saat rekaman. Yanti shalat khusus untuk mendoakan Chrisye. Dengan susah payah, akhirnya dia bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai.

Baca Juga: Haram Masuk Surga Jika Membiarkan Tetangga Kelaparan

Tidak ada take ulang. “Tidak mungkin,” kata Chrisye. Itu karena dia sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi.

“Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling otentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!” kata Chrisye dalam memoarnya.

Taufiq yang Terkejut

Taufiq mengakut terkejut saat membaca penuturan Chrisye dalam memoir tersebut. Chrisye sangat menghayati Pengadilan Hari Akhir dengan sangat sensitif dan luar biasa dengan saksi tetesan air mata.

“Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak,” kata Taufiq.

Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, Taufiq hadir dalam peluncuran album. Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Namun, dia enggan menerimanya. Chrisye terkejut.

"Kenapa Bang, kurang?"

“Saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.” Kata Taufiq menjelaskan.

Baca Juga: Ini Hisab Terberat Para Pemimpin di Akhirat Kelak

Perdebatan dua sahabat itu pun sempat terjadi. Chrisye menghargai pendirian Taufiq, tapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya, Chrisye menemukan jalan keluar.

"Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun 'kan?"

Taufiq menerima tawaran jalan keluar itu. Jika berkeras menolak, maka akan kelihatan kaku dan bisa ditafsirkan berlebihan.

Saat Penyanyi Ahli Masjid Meninggal

Pada subuh Jum'at, 30 Maret 2007 pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun. Dia menghembuskan nafas terakhir setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura.

Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album soundtrack, 20 album solo dan 2 film.

“Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin,” tulis Taufiq Ismail di Majalah Horison.

Berikut lirik lagu yang bersumber dari Surah Yasin ayat 65 yang menggetarkan hati Chrisye:

Ketika Tangan dan Kaki Berkata

Lirik : Taufiq Ismail
Lagu : Chrisye
Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya.... sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu yang hina

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
right-1 (Desktop - langit7.id)
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 26 November 2022
Imsak
03:56
Shubuh
04:06
Dhuhur
11:43
Ashar
15:07
Maghrib
17:56
Isya
19:10
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan