LANGIT7.ID, Jakarta - Pendakwah lulusan Al-Azhar Mesir asal Aceh, Ustadz Nazli Hasan, menjelaskan harmonisasi dalam kehidupan bertetangga. Seseorang tidak akan masuk surga jika tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya kelaparan.
“Termasuk dosa besar adalah seseorang tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya lapar. Tetangganya lapar dan dia membiarkan keadaan itu, tidak ada rasa peduli sedikit pun,” kata Ustadz Nazil saat menyampaikan tausiah Subuh melalui kanal
Maulizul Akbar Nad, dikutip Selasa (22/3/2022).
Baca juga: Kiat Sukses Abdurahman bin Auf, Sahabat Nabi yang Sangat KayaUstadz Nazil menjelaskan, tetangga yang miskin merupakan salah satu golongan yang sangat diperhatikan oleh Allah Ta’ala. Tetangga miskin bisa menjadi pintu surga, dan bisa menjadi pintu neraka.
Rasulullah SAW mengatakan dalam hadits riwayat Thabrani dalam derajat hasan, “Tidak termasuk orang yang beriman kepadaku, orang-orang yang tertidur karena kekenyangan, tapi di sampingnya ada tetangga yang tidak bisa tidur karena lapar. Dan dia tahu keadaan itu.”
Orang kaya yang tak peduli dengan tetangga yang miskin haram masuk surga. Saat tetangga yang miskin itu masuk surga, dia tidak bisa meraih tangan si kaya yang akan dilemparkan ke dalam neraka.
Menurut Ustadz Nazil, orang miskin shaleh pada hari kiamat bisa memberi pertolongan kepada tetangga kayanya yang memiliki kepedulian tinggi. Orang miskin shaleh itu akan memanggil semua orang yang pernah menolongnya di dunia.
“Maka semua keadaan itu tidak didapatkan orang kaya, kalau dia tahu ada orang miskin di samping rumahnya namun tak pernah dibantu,” ucap Ustadz Nazil.
Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah disebut mukmin orang yang kenyang, sementara tetangganya dalam keadaan lapar.” (HR Bukhari)
Baca juga: Sahabat Usman bin Affan, Bijak dengan Harta Tanpa Harus PamerUstadz Nazil mengutip satu hadits yang menyebut Rasulullah SAW bersabda, di akhirat kelak banyak tetangga yang bergantung kepada tetangganya. Tetangga yang tidak diperhatikan akan mengadu kepada Allah perihal tetangga kaya yang selalu menutup pintu kepedulian.
Itu menandakan orang-orang yang kaya tak punya kepedulian tidak akan mendapatkan kasih sayang Allah di akhirat kelak. Orang kaya seperti itu akan digiring masuk ke dalam neraka.
“Maka berhati-hatilah jika hati sudah mati, jika hati sudah menjadi batu bata yang tersusun rapi di samping rumah, kita tidak peduli tangisan anaknya, yang mungkin meminta susu dari ibunya, yang mungkin saat itu anak kita meminum susu yang termahal yang pernah ada di toko-toko,” ucap Ustadz Nazil.
Baca juga: Ibnu Hajar al-Asqalani, Ulama Yatim Piatu dengan Segudang IlmuUstadz Nazil mengatakan, Islam sudah menekankan agar kehidupan bertetangga selalu harmonis. Si kaya yang dititipkan rezeki melimpah harus memperhatikan si miskin yang tak memiliki kecukupan finansial.
“Hati-hati dengan hati yang sudah mati. Rumah yang menghalangi kita untuk melihat tetangga kita bisa menjadi penghalang bagi kita untuk masuk surga,” kata Ustadz Nazil.
(jqf)