LANGIT7.ID, Jakarta - Neraka merupakan tempat kembali para pendosa yang belum sempat bertaubat hingga ajal menjemput. Namun perlu diingat, Allah memiliki
adzabun alim (azab yang pedih) juga pemilik sifat
Ar-Rahman dan
Ar-Rahim.
“Allah yang punya adzabun alim itu adalah Allah yang
ar-Rahman,
ar-Rahim, Maha Kasih dan Allah
Al-Ghafur yang Maha Pengampung,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, di Al-Bahjah TV, dikutip Senin (22/8/2022).
Taubat merupakan kunci seseorang mendapatkan surga. Menurut Buya Yahya, setiap dosa sekecil apapun di dunia akan diganjar di hari kiamat kelak. Itu makanya ada orang yang terlebih dahulu dimasukkan ke dalam neraka untuk proses pembersihan.
Baca Juga: Semua Muslim Akan Masuk Surga, Tapi..
“Memang begitu, kalau orang punya dosa, maka dia harus dibersihkan di neraka. Kalau apa? Kalau Allah belum mengampuninya, tapi kalau sudah mengampuni maka tidak akan lagi merasakan itu semuanya,” ucap Buya Yahya.
Maka itu, manusia harus selalu ingat kepada Allah. Sekalipun punya dosa sebanyak bumi dan langit, namun ingat, Allah Maha Pengampun lagi Maha menerima taubat hamba-Nya. Ada dosa yang bisa langsung diampuni di dunia, ada pula nanti kelak di akhirat.
“Di mana pengampunan Allah? Bisa saja pengampunan Allah itu di saat di dunia sebelum dia mati. Atau dicicil siksanya waktu di alam barzakh, dan seterusnya. Sepanjang berjalannya adalah untuk mengurangi, bisa,” kata Buya Yahya.
Itu merupakan bentuk keadilan. Jika sudah dibalas di dunia, maka di akhirat tidak lagi diberi siksaan. Misal pencuri yang sudah mendapat hukuman potong tangan, maka di akhirat tak lagi mendapat siksa dosa mencuri.
Baca Juga: Amalan Ini Bisa Meringankan Saat Sakaratul Maut“Jadi, memang betul. Maka dari itu memang betul kalau kita punya dosa di dunia ini, kalau belum diampuni oleh Allah. Sepanjang perjalanan kita sampai nanti di hadapan kita surga dan neraka, maka ya harus masuk neraka dibersihkan dulu,” ungkap Buya Yahya.
Maka itu, Buya Yahya berpesan agar setiap manusia mempergunakan umur yang diberikan untuk bertaubat kepada Allah. Ajal tidak ada yang tahu kapan datang. Maka sebisa mungkin sudah bertaubat sebelum ajal menjemput.
“Tapi kan Allah Maha Pengampun, maka peluang untuk diampuni Allah itu besar kalau kita mau mulai detik ini kita berdoa. Maka dari itu, jangan sampai kita lupa untuk beristighfar, mohon ampun kepada Allah dengan serius. Harapan kita adalah apa, di saat menghadap kepada Allah sudah diampuni,” pungkas Buya Yahya.
(jqf)