LANGIT7.ID, Yogyakarta - Cendekiawan,
Yudi Latif, meminta masyarakat Indonesia banyak bersyukur karena dianugerahi sumber daya alam yang sangat kaya raya. Ada banyak keistimewaan yang bisa didapati di negara kepulauan ini, di antaranya kekayaan
flora dan fauna.
“Melihat Indonesia itu harus bersyukur, terlahir dan besar di bumi, karena Indonesia memiliki banyak keistimewaan. Pertama, dari segi kepulauan saja jarang kita temui dari negara-negara lain, karena secara geografi pun sudah Bhineka Tunggal Ika,” kata
Yudi Latif dalam Kuliah Umum Pascasarjana Universitas Islam Indonesia (UII), Sabtu (5/11/2022).
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak pulau yang saling bertautan. Negara ini sebenarnya terdiri dari tiga zona. Zona pertama meliputi Kalimantan, Jawa, Sumatra dan selat-selat sekitar sampai Laut China Selatan merupakan hamparan daratan Asian puluhan ribu tahun lalu. Ini biasa disebut Sundaland.
Baca Juga: Pererat Silaturahmi, Cara Merawat Kemajemukan Indonesia di Era Globalisasi
Zona kedua di bagian timur ada Papua dan pulau-pulau sekitar pernah menyatu dengan benua Australia yang disebut Sahulland (dataran Sahul). Itu makanya flora-fauna di Papua banyak tersusun dari Australia. Kangguru juga ada di Papua.
Zona ketika antara Kalimantan dan Papua yang meliputi Pulau Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara. Zona ini dikatakan anak kandung dari dua benua yakni Asia dan Australia. Dulu kawasan ini disebut Sunda Kecil, sekarang dikenal dengan Wallacea.
Itu bisa terbentuk karena Indonesia merupakan pusat perjumpaan berbagai lempengan tektonik, seperti lempengan Indo-Australia, lempeng Pasifik-Filipina, dan Lempengan Eurasia. Di dalam proses perjumpaan atau benturan antara lempengan itu membuat sebagian dari tanahnya bergerak dari benua induk dan kemudian melahirkan pulau-pulau terpisah.
“Contohnya, pulau Sulawesi yang paling unik dan eksotik. Sulawesi bagian barat itu dulu terhubung dengan Kalimantan Timur, sedangkan kaki-kaki Sulawesi itu dulu terhubung dengan Papua. Itu makanya Sulawesi dikenal dengan Kawasan peralihan, karena Flora-Fauna Asia dan flora-fauna dari Australia ada di Sulawesi,” ujar Yudi Latif.
Baca Juga: Yudi Latif Ungkap Faktor Penentu Kebangkitan dan Kejatuhan Suatu Bangsa
Sulawesi sampai sebelah barat Halmahera masih dominan flora-fauna Asia, tapi flora-fauna Australia masuk. Dari Halmahera ke Kepala Burung, sedikit Flora Fauna Asia tapi lebih banyak flora fauna Australia.
“Proses terbentuknya pulau ini sudah terjadi jutaan tahun, sehingga terpisah lama dari benua induk, lama-lama kawasan Wallacea ini melahirkan satu geografi flora-fauna endemik, yang di muka Cuma ada di Indonesia seperti Tarsius di Sulawesi, Komodo di Nusa Tenggara, Pala dan cengkeh di Maluku. Gara-gara flora-fauna endemic inilah penjajahan di atas bumi itu ditarik,” kata Yudi Latif.
Ini merupakan salah satu poin yang harus disyukuri masyarakat Indonesia. Indonesia memiliki flora-fauna terkaya di dunia, karena digabungkan dari toga zona. Itu menyebabkan flora fauna Indonesia sangat variatif. Ini menjadi modal besar untuk kebangkitan peradaban di Indonesia.
“Yang variatif ini luasnya hanya 1,3 dari luas permukaan bumi, tapi di sini mengandung 10% dari 10 spesies yang ada di muka bumi. Bahkan dalam kasus ikan laut dan tawar, Kawasan Indonesia menyimpan 25% dari ikan-ikan yang ada di muka bumi, sekitar 20% dari tanaman bunga-bungaan yang ada di dunia, 10% primata, 10% Mamalia, bahan-bahan pangan, obat itu juga luar biasa,” tutur Yudi Latif.
Baca Juga: Bali jadi Pulau Terbaik Ketiga di Dunia
Kemudian, perjumpaan lempengan membuat tanah di Indonesia menjulang tinggi ke langit membentuk pegunungan. Itu juga membentuk lembah, ngarai, danau, sampai tanah-tanah aluvial di dataran rendah tersebut. Maka, topografi Indonesia sangat indah.
Indonesia juga diberi keragaman mineral seperti keragaman hayati. Indonesia memang tidak memiliki satu jenis tambang besar seperti minyak di dunia Arab, tapi berbagai macam mineral ada di Indonesia ada timah, emas, sampai nikel.
“Indonesia ini secara geografi merupakan kawasan yang sangat strategis, yaitu antara Samudra pasifik dan Hindia, benua Asia dan Australia. Singkatnya, Indonesia Kawasan tengah,” ujar Yudi Latif.
(jqf)