Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Yudi Latif Kenang Azyumardi: Hidup Mulia Memberi Arti

Garry Talentedo Kesawa Senin, 19 September 2022 - 18:19 WIB
Yudi Latif Kenang Azyumardi: Hidup Mulia Memberi Arti
Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra. (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Aktivis sekaligus cendikiawan muda, Yudi Latif, berduka atas meninggalnya Ketua Dewan Pers sekaligus Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra. Yudi mengenang sosok almarhum dengan mengutip puisi dari W.S Rendra.

"Saudaraku, setiap kali kumendengar kabar kematian, bergetar hatiku menginsyafi larik puisi W.S. Rendra. "Hidup itu seperti uap, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap," tulis Yudi di akun Instagram miliknya @yudi.latif, Senin (19/9/2022).

Baca Juga: Syarat Kebangkitan Peradaban Islam Menurut Azyumardi Azra

Yudi menuturkan bahwa hidup ini sungguh pendek, sedangkan kehidupan itu panjang. Tak sepatutnya demi penghidupan kita mengorbankan kehidupan. "Semua orang memimpikan keabadian, namun banyak prang terperangkap pesona kenisbian," ujarnya.

Menurut eks Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu, jangan mengabadikan sesuatu yang takkan dibawa mati. Justru yang membuat manusia tetap hidup dan menghidupkan sampai mati hanyalah warisan ilmu, amal kebajikan serta keturanan saleh.

"Menulislah saat hidup atau dituliskan saat mati. Hidup mulia memberi arti. Dalam mati engkau abadi," lanjutnya.

Baca Juga: Kritik Terakhir Prof Azyumardi Azra: Kualitas Demokrasi Menurun

Yudi juga menggambarkan sosok Azyumardi dalam puisi Pramoedya Ananta Toer. "Seperti kata Pramoedya Ananta Toer, "Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi, selama ia tidak menulis maka ia hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian," ucapnya.

"Orang boleh kaya seluas samudera. Namun, jika kubangan harta itu tak menumbuhkan raharja bagi kehidupan, maka ia akan mengambang sebentar laksana buih, lantas lenyap disapu gelombang. Berderma adalah beramal untuk keabadian," tutur Yudi.

Seperti diketahui, Azyumardi Azra meninggal dunia di Selangor Malaysia, Ahad (18/9). Dia sempat dirawat intensif lantaran mengalami sesak napas di pesawat saat perjalanan menuju Malaysia.

Baca Juga:

Alasan Kebangkitan Islam Tak Kunjung Terwujud Menurut Azyumardi Azra

Muhammadiyah: Azyumardi Azra Wafat Sebagai Syuhada

Gus Yaqut Sebut Prof Azyumardi Azra Seorang Ilmuwan Organik


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)