LANGIT7.ID, Jakarta -
Amerika Serikat (AS) mengecam keras insiden penembakan terhadap eks Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan. Peristiwa itu terjadi saat Imran Khan tengah memimpin demonstrasi anti-pemerintah menuju ibu kota Islamabad.
"Amerika Serikat mengutuk keras serangan terhadap Imran Khan dan para pendukungnya," kata sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre, dikutip dari
Aljazeera, Sabtu (5/11/2022).
Jean mengatakan pihak AS turut mendoakan kepada korban penembakan untuk segera pulih dari kondisinya saat ini. "Dan berharap untuk pemulihan cepat semua yang terluka," ujarnya.
Baca Juga: Imran Khan, Mantan Atlet Juara Dunia Pendobrak Politik Tradisional PakistanSeperti diketahui,
Imran Khan ditembak seorang pria tak dikenal saat tengah memimpin demonstrasi anti pemerintah, pada Kamis (3/11) lalu. Polisi dan saksi mata setempat mengatakan peluru ditembakkan dari tiga arah yang berbeda.
Polisi menyebut salah satu pelaku menembaki truk terbuka yang ditumpangi Khan dari atap bengkel terdekat. Selain Khan yang mengalami luka tembak di kaki, ada sejumlah orang yang turut menjadi korban dalam insiden tersebut.
Juru bicara partai Khan, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), Fawad Chaudhry, ini merupakan upaya pembunuhan terhadap Imran. "Itu adalah upaya pembunuhan yang jelas. Khan terkena tapi dia stabil. Ada banyak pendarahan," kata Fawad Chaudhry.
"Jika penembak tidak dihentikan oleh orang-orang di sana, seluruh pimpinan PTI akan musnah," tambahnya.
Baca Juga:
Eks PM Pakistan Imran Khan Ditembak dari Tiga Arah
(gar)