LANGIT7.ID, Jakarta -
Twitter merilis biaya langganan Twitter Blue senilai 7,99 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp125.000 per bulan. Para pengguna layanan Twitter Blue seperti selebriti, perusahaan, hingga politikus wajib membayar biaya tersebut untuk mendapatkan tanda
centang biru.
"Mulai hari ini kami menambahkan fitur baru di Twitter Blue dan akan bertambah seiring berjalannya waktu," bunyi pernyataan Twitter dalam deskripsi pembaruan aplikasi di iOS, Senin (7/11/2022).
Pembaruan ini bisa didapatkan di aplikasi Twitter iOS dengan versi 9.34.3. Namun, belum diketahui kapan pengguna Android kebagian pembaruan ini.
Baca Juga: Usai Pecat 3.700 Orang, Twitter Minta Eks Karyawan Balik BekerjaDirektor Manajemen Produk Twitter, Esther Crawford menjelaskan, pembaruan langganan Twitter Blue belum sepenuhnya tersedia. Fitur ini masih dalam tahap uji coba.
![Twitter Resmikan Biaya Bulanan Rp125.000 Bagi Akun Centang Biru]()
"Blue yang baru belum diluncurkan. Peluncuran kami terus berlanjut, tetapi beberapa orang mungkin melihat kami melakukan pembaruan karena kami sedang menguji dan mendorong perubahan secara
real-time," ujar Crawford.
Twitter Blue memiliki fitur unggulan yang ditawarkan. Pengguna akan diprioritaskan mendapat balasan, mention, dan lebih mudah dicari.
Baca Juga: Twitter Kenakan Biaya 8 Dolar AS untuk Akun Centang BiruSelain itu, pengguna Twiiter Blue juga bisa mengunggah konten video dan audio panjang disertai iklan. Namun, layanan ini masih terbatas di sejumlah wilayah, yakni Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, dan Selandia baru.
Tak dirinci pula apakah layanan Twitter Blue ditawarkan juga di Indonesia atau tidak. Namun,
Elon Musk selaku pemilik baru Twitter berjanji segera meluncurkan fitur tersebut secara global.
"Segera setelah kami mengonfirmasi bahwa itu berfungsi dengan baik di negara-negara awal dan kami telah menyelesaikan pekerjaan terjemahan. Itu akan diluncurkan di seluruh dunia," tulis Musk di akun Twitter pribadinya @elonmusk.
Baca Juga:
Eks Karyawan Twitter Gugat Elon Musk Terkait PHK Massal
PHK Massal Karyawan, Twitter Kosongkan Kantor(gar)