LANGIT7.ID, Jakarta - Muktamar ‘Aisyiyah ke-48 yang digelar di Surakarta menghasilkan 10 poin terkait Komitmen Perempuan Berkemajuan. Pandangan ini merupakan ideologi persyarikatan Muhammadiyah ‘Aisyiyah tentang perempuan dalam aspek kehidupan.
Poin itu didapatkan usai organisasi wanita Muhammadiyah, 'Aisyiyiah, menggelar sidang Pleno I dalam Muktamar ‘Aisyiyah ke-48 di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Ahad, 6 November 2022.
Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini menjelaskan, pemikiran tersebut merupakan reorientasi gagasan dan kepeloporan ‘Aisyiyah untuk memajukan perempuan secara inklusif.
"Artinya, memajukan perempuan tanpa pandang latar belakang suku, ras, maupun agama. Sehingga perwujudan kehidupan perempuan akan menjadi lebih baik," kata dia seperti dilansir laman Muhammadiyah, dikutip Senin (7/11/2022).
Adapun 10 poin Komitmen Perempuan Berkemajuan itu sebagai perwujudan dari implementasi dokumen pandangan ideologis 'Asyiyiah, yakni Risalah Perempuan Berkemajuan.
Di antaranya meliputi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pelestarian lingkungan, penguatan keluarga sakinah, pemberdayaan masyarakat, filantropi berkemajuan, aktor perdamaian, partisipasi publik, kemandirian ekonomi, peran kebangsaan, dan kemanusiaan universal.
Nantinya, lanjut Noordjannah, dokumen ini akan ditujukan bagi para anggota organisasi. Tujuannya untuk melakukan pengembangan gerakan perempuan berkemajuan.
"Selain itu, juga akan diberikan pada semua perempuan. Harapannya akan menjadi perempuan yang maju dalam menjalani kehidupan, yang sejalan dengan nilai-nilai keagamaan," katanya.
Menurutnya, Risalah Perempuan Berkemajuan memiliki makna bahwa perempuan dalam segala aspek kehidupan yang maju tidak mengalami hambatan dan diskriminasi, baik secara struktural maupun kultural.
(bal)