LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Gubernur Jawa Tengah,
Taj Yasin Maimoen, meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan politik identitas menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Dia menilai politik identitas berpotensi memecah-belah bangsa Indonesia.
Taj Yasin mengatakan Pemilu baru akan digelar pada 2024 mendatang, namun saat ini berbagai upaya politik mulai banyak dilakukan. Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu tidak ingin keharmonisan masyarakat dinodai dengan oknum-oknum yang menggunakan dalih politik praktis.
"Dan perlu kita antisipasi juga, kita nggak perlu ke
politik identitas. Identitas itu iya ada, namun nggak perlu sampai ke dalam. (Contohnya) Kalau tidak sama dengan kita nggak boleh kita dukung dan seterusnya. Nggak boleh ada lagi," kata Taj Yasin dalam keterangannya usai menghadiri Haul Akbar Pahlawan Nasional KH Ahmad Rifai di Pendapa Kendal, dikutip Senin (7/11/2022).
Baca Juga: Mardani Ali Sera: Jawa Jadi Kunci Kemenangan PKSSelain politik identitas, wagub juga mengimbau masyarakat tidak mudah terhasut dengan paham radikal. Menurutnya, sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila sudah keputusan final para pendiri bangsa dan tokoh-tokoh agama.
"Nah ini harus benar-benar kita serukan bahwa negara (sistem pemerintahan) Indonesia ini sudah final (sepakat). Tidak boleh lagi ada yang membahas apakah Pancasila itu islami atau tidak, karena itu adalah kesepakatan para ulama, termasuk Kiai Ahmad Rifai juga ikut andil memperjuangkan itu," ujar Gus Yasin.
Gus Yasin meminta pengikut Jami'iyah Rifa'iyah untuk melanjutkan perjuangan KH Ahmad Rifai. Caranya yaitu dengan bersama-sama mempertahankan kedaulatan Bangsa Indonesia.
Baca Juga: Sambut Tahun Politik, KSAD Dudung Ingatkan Prajurit Harus Netral"Dan tentu saya ingin menekankan bagaimana Syeh Rifai sudah selesai, namun bagaimana jemaahnya ini yang ada di organisasi benar-benar bisa memperjuangkan mempertahankan. Jadi benteng bertahannya Republik Indonesia ini," tuturnya.
Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, mengajak masyarakat bersinergi dengan pemerintah. Terlebih, Indonesia berpotensi menghadapi ancaman resesi global pada 2023 mendatang.
Dico ingin agar seluruh pihak bekerja sama untuk melampauinya. "Kontribusi kita terhadap bangsa dan negara, memastikan kita bisa menghadapi resesi ini bersama," ucap Dico.
Baca Juga:
Antisipasi Gangguan Kamtibmas, KPU Petakan Rencana Pengamanan Pemilu 2024
Masuk Tahun Politik, Seskab Ingatkan ASN Jaga Netralitas(gar)