Grand Syaikh Al-Azhar Serukan Persatuan Madzhab Sunni-Syiah
fajar adhityaSelasa, 08 November 2022 - 04:00 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Grand Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb menyerukan terjalinnya persatuan Sunni dengan Syiah. Ketua Majelis Hukama Muslimin itu menyerukan ulama-ulama muslim dari berbagai madzhab di dunia duduk bersama membangun dialog.
Hal itu ia sampaikan saat berbicara pada 'Forum Dialog Bahrain: Timur dan Barat untuk Koeksistensi Manusia'. Bahrain Dialogue Forum adalah sebuah forum pertemuan yang melibatkan ratusan tokoh agama di berbagai belahan dunia.
Imam Besar mengatakan bahwa persatuan ulama Sunni dan Syiah adalah "mutlak" untuk menghalau upaya pecah belah terhadap Islam. Meski umat Islam memiliki perbedaan mazhab dan aliran pemikiran, katanya, tetap berpotensi untuk bisa bertemu pada titik-titik persamaan.
“Agama kita sama, bahasa kita sama, dan masih banyak nilai kemanusiaan, akhlak, dan tradisi yang menyatukan kita,” kata dia dilansir laman resmi Majelis Hukama Muslimin, Senin (7/11/2022).
Selain menghadiri Forum Dialog Bahrain, Ahmad Al-Tayeb juga bersilaturahmi dengan Ketua Majelis Tinggi Urusan Agama Islam Bahrain Syekh Abdulrahman bin Mohamed Al Khalifa di Istana Sakhir, Manama. Hadir juga, anggota dari kedua belah pihak.
Sekretaris Jenderal MHM Konselor Mohamed Abdelsalam yang memimpin pertemuan mengatakan, seruan Syekh Al-Azhar mendapat perhatian cukup besar, baik di tingkat regional maupun internasional. Seruan itu merupakan peluang besar untuk mengadakan dialog.
Syekh Al-Azhar menambahkan bahwa umat Islam sebenarnya memiliki banyak faktor persatuan. Hanya saja, tambahnya, ada konflik, agenda, dan kepentingan materi tertentu, terutama terkait perdagangan senjata, yang menjadikan dunia Islam dan dunia Arab sebagai pasarnya.
Mereka tidak memiliki cara lain untuk mempromosikan dagangannya kecuali dengan memecah belah antarkelompok. "Mereka memanfaatkan kelemahan kita, dan mereka berupaya maksimal agar kita tidak bersatu," tegasnya.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”