LANGIT7.ID, Jakarta - Menjaga kebersihan mulut dan gigi tidak hanya penting untuk orang dewasa tetapi juga pada bayi. Bahkan orang tua sudah harus mulai membersihkannya sejak mereka lahir.
Karena bayi umumnya belum memiliki gigi, maka terdapat cara tersendiri dalam pembersihannya.
Dokter Gigi, dr Belinda Chandra Hapsari mengatakan, untuk
membersihkan mulut bayi, orang tua harus memakai kasa atau kain yang bersih dan lembut. Caranya dengan menyelupkan sedikit dengan air lalu diperas.
Jika sudah, letakkan kain tersebut pada satu jari Anda. Lalu, masukkan ke dalam mulut bayi dengan gerakan membersihkan mulut seperti menggosok-gosok.
Baca juga: Anak Tumbuh Tak Sesuai Keinginan, Aa Gym: Orang Tua Harus Evaluasi DiriGosok di area gusi, lidah dan lainnya. Adapun fungsi membersihkan gusi untuk menstimulasi rahang, kemudian juga agar membentuk memori.
"Jadi anak-anak ini akan terbentuk memori bahwa memang harus ada sesuatu yang dimasukkan untuk memberikan mulut mereka dari kotoran. Sederhananya, membentuk memori supaya membentuk kebiasaan," ujar dr Belinda dalam webinar virtual pada Rabu (9/11/2022).
Belinda memberikan tips yang harus dilakukan orang tua agar gigi bayi selalu sehat hingga dewasa. Pertama, lakukan pembersihan minimal 2 kali sehari.
"Membersihkan gigi bayi dilakukan minimal 2 kali sehari. Ini setengah jam setelah makan dan sebelum tidur. Kenapa setengah jam setelah makan? Karena pada saat makan kondisi dalam mulut kita asam. Kondisi asam ini akan melunakkan email gigi kita, kalau langsung disikat nanti email-nya itu tergerus, lama-lama abrasi nanti ngilu," katanya.
Untuk yang sebelum tidur, hal ini dilakukan karena pada saat tidur volume produksi air liur menurun. Maka itu, jika tidak bersihkan gigi dikhawatirkan sisa makanan tidak hilang.
Baca juga: 5 Cara Jaga Kesehatan Gigi Anak di Rumah, Harus Jadi Kebiasaan"Air liur itu salah satu berfungsi membersihkan gigi dari sisa makanan," ucapnya.
Kedua, memakai pasta gigi berfluoride. Menurut dr Belinda, orang tua bisa memakai pasta gigi berfluoride untuk membersihkan gigi bayi. Namun, jika anak belum bisa berkumur maka bisa pakai pasta gigi yang tidak berfluoride.
"Untuk pasta gigi yang dipakai bisa sebesar biji kacang hijau. Jangan sampai
sikat gigi penuh. Ini setetes saja untuk rasa-rasa," tuturnya.
Ketiga, sesuaikan dengan kemampuan anak, misal anak masih belum bisa memegang sesuatu maka Anda harus membantu dengan memakai kasa atau kain untuk membersihkannya.
"Kalau kasa boleh pakai air saja tidak perlu pasta gigi. Nanti kalau anak sudah bisa sedikit, ajarkan pelan-pelan jangan langsung memaksakan. Karena setiap anak pertumbuhan berbeda," pungkas dr Belinda.
Keempat, sesuaikan anatomi anak. Bentuk sikat gigi saat ini sangat beragam. Maka itu, pilihlah sikat gigi untuk anak yang kecil sesuai dengan ukurannya. Terpenting bisa masuk ke dalam mulutnya.
Kelima, lakukan bersama orang tua. Menurut dr Belinda, orang tua harus membangun suasana sikat gigi menyenangkan dengan anak, agar mereka senang dengan kebiasaan menyikat gigi.
(sof)