LANGIT7.ID, Jakarta - Ada kisah menarik dari berdirinya Masjid Jami Babus Salam. Awalnya, sebuah perusahaan swasta di kawasan perkantoran Karet Semanggi, Jakarta Selatan ingin memerluas wilayah gedung yang mengharuskan relokasi Masjid Hidayatullah.
Perusahaan tersebut pun memilih tempat dan dibangunlah Masjid Hidayatullah yang baru pada tahun 1992. Kendati demikian, masyarakat Karet Sudirman menolak penggusuran dan relokasi dari masjid Cagar Budaya tersebut.
Lantaran pembangunan masjid baru telah rampung, akhirnya perusahaan tersebut tidak jadi memerluas wilayahnya dan Masjid Hidayatullah tidak jadi di relokasi. Agar tidak menggunakan nama yang sama, akhirnya masjid baru itu pun diganti dengan nama Masjid Babus Salam.
Baca Juga: Daniel Mananta Sowan ke UAS, Kunjungi Masjid hingga Makan Durian BarengUniknya, Masjid Jami Babus Salam di wakafkan kepada masyarakat sekitar, dan kini dikelola oleh pihak keluarga Haji Mahdi. Masyarakat dan pihak developer perusahaan itu pun mempercayai Haji Mahdi untuk menjaga masjid, karena lokasi tempat ibadah tersebut berdiri berdampingan dengan rumahnya.
"Orang tua saya dulu kan Ketua DMI (Dewan Masjid Indonesia) Kecamatan Setiabudi, karena Ketua DMI dan masjid sudah jadi sayang bila tidak diisi. Akhirnya kunci diserahkan ke orang tua untuk dirawat," kata Ustaz Robi saat ditemui
Langit7.id, Ahad (13/11/2022).
Adapun Masjid Jami Babus Salam berada di satu kawasan dengan rumah Haji Mahdi. Artinya di kawasan tersebut hanya terdapat dua bangunan yakni rumah sang pengurus dan bangunan masjid.
Untuk konsep desain masjid sendiri, Ustaz Robi tidak mengetahui secara detail. Karena memang desain arsitektur dirancang oleh pihak developer. Namun dia mengungkapkan ada sedikit kemiripan di bagian selasar dengan Masjid Al-Barkah As-Syafi'iyah, Jakarta Selatan.
Masjid Jami Babus Salam terdiri dari dua lantai dengan luas bangunan sekitar 1.000 meter persegi. Daya tampung secara keseluruhan diperkirakan mencapai ribuan jamaah. "Untuk daya tampung di ruang salat utama saja bisa 500, untuk keseluruhan bisa sekitar 1.500," ujarnya.
Sarana ibadah umat muslim ini memiliki ruangan besar lainnya yang dikhususkan untuk kegiatan keagamaan. Selain itu, masjid tersebut juga rutin mengadakan kajian pada malam Kamis dan malam Ahad, serta kegiatan-kegiatan di hari besar seperti Idul Adha dan lain sebagainya.
Baca Juga: Gelar Night of Museum, Masjid di Amsterdam Dibanjiri Ribuan Non-muslim(zhd)