LANGIT7.ID - , Jakarta -
Tetangga memiliki kedudukan spesial dalam Islam, bahkan tidak hanya untuk sesama muslim tetapi juga
non muslim.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Rumah Tahfiz Tunarungu Darul A’Shom,
Ustaz Abu Kahfi orang Islam tidak mengesampingkan hak tetangga non muslim, bahkan mereka diperlakukan setara.
Baca juga: Begini Cara Kenalkan Islam kepada Tunarungu Non Muslim"Orang Islam dalam memposisikan tetangga non muslim tidak dikesampingkan haknya, baik itu hak dalam pemerintahan maupun perlakuan. Harus sama," ujar Ustaz Abu Kahfi kepada Langit7, Selasa (15/11/2022).
Dia lalu mencontohkan perlakuan sama yang dilakukan oleh umat Islam kepada tetangga non muslim.
"Ketika
Idul Adha pun, mereka harus diberi hewan kurban. Tidak ada istilah mereka bukan Islam makanya tidak dikasih. Tidak seperti itu, mereka harus diberi," katanya.
Bahkan, lanjut Ustaz Abu Kahfi, Rasulullah SAW memperlakukan mereka dengan sama.
"Sikap Nabi SAW kepada tetangga non muslim sama, sampai-sampai anaknya non muslim yang mau meninggal ditengok oleh Nabi. Nabi juga masih menawarkan hidayah kepadanya untuk masuk Islam," tuturnya.
Baca juga: Habib Husen Al-Attas: Muslim dan Non Muslim Punya Kecondongan pada Fitrah"Kemudian, dia tidak bisa berkata-kata hanya menengok ke bapaknya. Bapaknya menganggukkam kepala. Maka seketika itu juga dia masuk Islam dengan persetujuan bapaknya," lanjut dia.
Dari kisah ini dapat dilihat, sungguh mulia akhlak Nabi Saw kepada tetangga yang non-muslim, sehingga membuat mereka bisa masuk Islam dalam keadaan damai.
"Kata Nabi tidak ada seorang pun yang bahagia di lembah ini selain aku yang telah menyaksikan orang yang masuk Islam," imbuh Ustaz Abu Kahfi.
Baca juga: Idul Adha di Bandung, Daging Kurban Dibagi Rata Termasuk Non Muslim(est)