LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 4 masalah
kesehatan yang bakal dihadapi terkait peningkatan populasi mencapai 8 miliar jiwa. Kondisi ini menjadi PR bersama masyarakat dunia.
Kekhawatiran ini terkait
ketersediaan makanan, tempat tinggal di bumi dan lainnya. Namun di luar itu ada 4 masalah kesehatan yang harus diantisipasi.
Berikut 4 masalah kesehatan yang bakal dihadapi terkait peningkatan populasi tersebut melansir
Conversation:
Baca Juga: Populasi Dunia 8 Miliar Jiwa, Bakal Muncul Masalah Sosial Baru1. Penyakit menularPara peneliti menemukan bahwa lebih dari separuh penyakit menular pada manusia diperparah oleh perubahan iklim. Seperti banjir yang dapat mempengaruhi kualitas air dan habitat tempat bakteri.
Menurut laporan Lancet Countdown 2022, tingkat penyebaran demam berdarah meningkat sejak 1950, menjadi rata-rata sekitar 12 persen pada 2012-2021.
Selain itu, banjir juga dapat menyebarkan organisme yang ditularkan melalui air, seperti penyakit hepatitis, diare, dan kolera.
Di sisi lain, kekeringan yang dialami sejumlah tempat juga akan menyebabkan penurunan kualitas air minum. Akibatnya, banyak populasi hewan pengerat yang masuk ke komunitas manusia untuk mencari makanan, sehingga meningkatkan potensi penyebaran hantavirus.
2. Kenaikan suhuRisiko kesehatan global lainnya adalah kenaikan suhu. Panas berlebih dapat memperburuk masalah kesehatan, seperti penyakit kardiovaskular dan pernapasan.
Ketika tekanan panas menjadi serangan panas, hal itu dapat merusak jantung, otak, dan ginjal serta menjadi mematikan.
Selain menyebabkan kematian, paparan panas juga diproyeksikan telah mengakibatkan 470 miliar jam kerja potensial hilang secara global pada tahun 2021, dengan kerugian pendapatan terkait sebesar USD669 miliar.
Adapun ketika populasi bertambah dan panas meningkat, akan membuat lebih banyak orang mengandalkan AC yang ditenagai bahan bakar fosil. Sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim.
3. Ketahanan pangan dan airPopulasi dunia yang terus bertambah juga dapat mempengaruhi ketahanan pangan dan air. Imbasnya akan mempengaruhi sektor pertanian
Masih dalam laporan yang sama, suhu tinggi pada tahun 2021 dapat mempersingkat musim tanam. Selain itu, pemanasan yang terjadi di lautan dapat membunuh kerang dan perikanan.
4. Kualitas udara burukPerubahan iklim juga dapat menyebabkan kualitas udaha lebih buruk. Cuaca panas dan gas bahan bakar fosil turut menyumbang kenaikan suhu udara.
Hal ini dapat memperburuk alergi, asma, dan masalah pernapasan lainnya, serta penyakit kardiovaskular.
(bal)