Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 15 Juni 2026
home global news detail berita

4 Masalah Kesehatan Baru Akibat Peningkatan Populasi Global

mahmuda attar hussein Selasa, 15 November 2022 - 15:35 WIB
4 Masalah Kesehatan Baru Akibat Peningkatan Populasi Global
Ilustrasi masalah kesehatan akibatr peningkatan populasi global. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 4 masalah kesehatan yang bakal dihadapi terkait peningkatan populasi mencapai 8 miliar jiwa. Kondisi ini menjadi PR bersama masyarakat dunia.

Kekhawatiran ini terkait ketersediaan makanan, tempat tinggal di bumi dan lainnya. Namun di luar itu ada 4 masalah kesehatan yang harus diantisipasi.

Berikut 4 masalah kesehatan yang bakal dihadapi terkait peningkatan populasi tersebut melansir Conversation:

Baca Juga: Populasi Dunia 8 Miliar Jiwa, Bakal Muncul Masalah Sosial Baru

1. Penyakit menular

Para peneliti menemukan bahwa lebih dari separuh penyakit menular pada manusia diperparah oleh perubahan iklim. Seperti banjir yang dapat mempengaruhi kualitas air dan habitat tempat bakteri.

Menurut laporan Lancet Countdown 2022, tingkat penyebaran demam berdarah meningkat sejak 1950, menjadi rata-rata sekitar 12 persen pada 2012-2021.

Selain itu, banjir juga dapat menyebarkan organisme yang ditularkan melalui air, seperti penyakit hepatitis, diare, dan kolera.

Di sisi lain, kekeringan yang dialami sejumlah tempat juga akan menyebabkan penurunan kualitas air minum. Akibatnya, banyak populasi hewan pengerat yang masuk ke komunitas manusia untuk mencari makanan, sehingga meningkatkan potensi penyebaran hantavirus.

2. Kenaikan suhu

Risiko kesehatan global lainnya adalah kenaikan suhu. Panas berlebih dapat memperburuk masalah kesehatan, seperti penyakit kardiovaskular dan pernapasan.

Ketika tekanan panas menjadi serangan panas, hal itu dapat merusak jantung, otak, dan ginjal serta menjadi mematikan.

Selain menyebabkan kematian, paparan panas juga diproyeksikan telah mengakibatkan 470 miliar jam kerja potensial hilang secara global pada tahun 2021, dengan kerugian pendapatan terkait sebesar USD669 miliar.

Adapun ketika populasi bertambah dan panas meningkat, akan membuat lebih banyak orang mengandalkan AC yang ditenagai bahan bakar fosil. Sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim.

3. Ketahanan pangan dan air

Populasi dunia yang terus bertambah juga dapat mempengaruhi ketahanan pangan dan air. Imbasnya akan mempengaruhi sektor pertanian

Masih dalam laporan yang sama, suhu tinggi pada tahun 2021 dapat mempersingkat musim tanam. Selain itu, pemanasan yang terjadi di lautan dapat membunuh kerang dan perikanan.

4. Kualitas udara buruk

Perubahan iklim juga dapat menyebabkan kualitas udaha lebih buruk. Cuaca panas dan gas bahan bakar fosil turut menyumbang kenaikan suhu udara.

Hal ini dapat memperburuk alergi, asma, dan masalah pernapasan lainnya, serta penyakit kardiovaskular.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 15 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:49
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)