LANGIT7.ID, Jakarta - Lembaga Indikator Politik Indonesia (IPI) merilis hasil survei terkait gelaran
KTT G20 di Bali. Survei IPI menunjukkan bahwa masyarakat menilai gelaran KTT G20 dapat mendongkrak investasi dan memperkuat pengaruh politik Indonesia di kancah global.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Kennedy Muslim, menjabarkan
hasil survei lembaganya tentang persepsi masyarakat terhadap KTT G20 di Bali. Secara umum, separuh warga Indonesia tidak mempedulikan keberadaan agenda bergensi ini (54,2 persen).
Sementara bagi mereka yang tahu (45,8 persen), pandangan positif tampak pada mereka di setiap kelompok demografi, wilayah dan basis pemilu 2019. Mayoritas warga yang
aware dengan KTT G20 optimis penyelenggaraan KTT G20 di Bali akan berlangsung secara aman.
Baca Juga: SBY dan Megawati Bercengkrama Semeja di KTT G20"Sugesti ini sangat penting bagi peningkatan kepercayaan diri pihak Kepolisian dalam menjalankan tugas pengamanan selama perhelatan berlangsung," kata Kennedy dalam keterangannya, Selasa (15/11/2022).
Kennedy mengungkapkan mayoritas warga juga optimis perhelatan G20 akan meningkatkan pengetahuan dunia internasional tentang berbagai potensi yang ada di Indonesia. Hal tersebut dinilai dapat meningkatkan peluang investasi mancanegara di Indonesia.
"Kemudian, mayoritas warga yang aware dengan KTT G20 juga optimis bahwa perhelatan ini akan mendorong pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi dalam beberapa tahun terakhir," ujar Kennedy.
Mayoritas warga yang tahu KTT G20 percaya bahwa Presidensi G20 berdampak positif terhadap pemulihan ekonomi nasional (55,4 persen) dan menarik minat investasi dunia (53,1 persen). Bahkan, 18,2 persen warga sangat percaya akan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dan 30,3 persen sangat percaya potensi Indonesia akan semakin dikenal oleh dunia.
Baca Juga: Gerindra Harap G20 Mampu Ciptakan Perdamaian DuniaTerkait dengan posisi Indonesia dalam konstelasi geopolitik dunia, keberhasilan penyelenggaraan KTT G20 di Indonesia kali ini dipandang sangat positif akan memperkuat pengaruh Indonesia dalam hubungan negara-negara di dunia. Sekitar 53 persen cukup percaya, dan bahkan sekitar 34.4% lainnya sangat percaya, total sekitar 87,4 persen cukup atau sangat percaya.
"Terkait dengan posisi Indonesia dalam hubungan negara-bangsa di dunia, keberhasilan penyelenggaraan KTT G20 ini diyakini oleh mayoritas warga akan memperkuat pengaruh Indonesia di kancah politik global," tuturnya.
Survei dilakukan menggunakan metode
Random Digit Dialing (RDD), yakni teknik pemilihan sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak. Target populasi adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon seluler.
Di dalam populasi nasional, ada sekitar 83 persen yang memenuhi kriteria tersebut. Jumlah sampel sebanyak 1207 responden didapat melalui proses pembangkitan nomor cellular secara acak dan proporsional dari setiap Provinsi, tervalidasi, dan berhasil diwawancarai.
Dengan asumsi simpel
random sampling,
margin of error survei diperkirakan ± 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun survei dilakukan pada periode 7-12 November 2022.
Baca Juga:
Di Forum Pangan G20, Prabowo Sebut Singkong Bisa Selamatkan Dunia
Presiden Jokowi Ungkap Hasil Pertemuan Bilateral di Bali(gar)