LANGIT7.ID, Nusa Dua - Presiden
Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan hasil pertemuan dengan para pimpinan dan delegasi negara di Bali. Sejumlah potensi kerja sama pun dihasilkan dari pertemuan Jokowi dengan Amerika Serikat (AS), Jepang, Komisi Eropa (Uni Eropa), Turki, dan Australia.
Saat bertemu Presiden AS,
Joe Biden, keduanya dilaporkan membahas tentang peluang flesibilitas AS dalam pembahasan deklarasi kerja sama ekonomi yang konkret. Melalui kemitraan global, investasi, dan edukasi dalam rangka mewujudkan perdamaian dan kemakmuran.
"Saya mengharapkan fleksibilitas AS dalam pembahasan deklarasi kerja sama ekonomi konkret harus diperkuat," kata Jokowi dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/11/2022).
Baca Juga: Iriana Ajak Pendamping Pemimpin G20 Melihat Kearifan Lokal IndonesiaSelanjutnya, Jokowi bertemu Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi dan Fumio membahas dukungan Jepang terkait penyelesaian proyek infrastruktur strategis, termasuk
Mass Rapid Transit (MRT), perluasan akses pasar buah tropis, dan kerja sama edukasi.
"Kita juga menjajaki peluang kerja sama konkret di edupacific termasuk kerja sama triangular Indonesia Jepang dan pasifik," ungkap Jokowi.
Dalam pertemuan dengan Komisi Eropa atau Uni Eropa Ursula Von Der Leyen, Jokowi mendorong realisasi kerja sama transisi energi dan kemajuan perundingan Indonesia-Uni Eropa melalui
Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Selain itu, Jokowi juga menyampaikan perhatiannya terhadap diskriminasi perdagangan atas produk-produk Indonesia dan mengajak Uni Eropa menjadi mitra perdamaian di Indo-Pasifik.
"Saya menyampaikan konsen terhadap perdagangan atas produk-produk Indonesia di Komisi Eropa. Jadi, saya mengajak Uni Eropa menjadi mitra," lanjut Jokowi.
Baca Juga: Erdogan Hadiri KTT G20 di Tengah Teror Bom yang Menarget IstanbulSetelahnya, Jokowi juga melakukan pertemuan dengan Presiden Turki
Recep Tayyip Erdoğan. Jokowi menghargai kontribusi Turki pada Presidensi G20 Indonesia dan mengapresiasi peran Turki dalam menghidupkan kembali
Black Sea Grain Initiative.
"Harus segera cari solusi damai perang di Ukraina dan mendorong penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Turki. Termasuk pembukaan akses pasar bagi produk-produk pertanian dan kolaborasi antarindustri pertahanan Indonesia dan Turki," ucap Jokowi.
Terakhir, Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese membahas tentang dukungan KTT G20 Indonesia. Sehingga, dari pertemuan antara negara-negara G20 dapat menghasilkan
outcome yang bermanfaat bagi kedua negara.
Kemudian, Indonesia mendorong perluasan bekerja bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di negara Australia. Selain itu juga mendorong investasi negara Australia dalam infrastruktur, dan mendorong kerja sama transisi energi.
"Dalam bidang infrastruktur dan transisi energi. Itu akan memperkuat kerja sama selama keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 termasuk untuk isu edukasi," tutur Jokowi.
Baca Juga:
Erick Thohir: AS Dukung Indonesia jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dunia
Presidensi G20: Pengertian, Sejarah, hingga Manfaatnya Bagi Indonesia(gar)