LANGIT7.ID, Badung - Presiden
Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dukungan pemerintah Indonesia terhadap pembangunan infrastruktur di negara berkembang. Dukungan ini seiring dengan adanya Kemitraan untuk Infrastruktur dan Investasi Global (Partnership for Global Infrastructure and Investment/PGII).
Menurut Jokowi, krisis multidimensional yang tengah dihadapi dunia membawa tantangan tersendiri bagi
pembangunan infrastruktur di negara berkembang, termasuk melalui penyusutan ruang fiskal. Jokowi menekankan tiga hal penting bagi PGII dalam mendukung pembangunan infrastruktur di negara berkembang.
Pertama, dukungan yang diberikan PGII harus bersifat
country driven dan berdasarkan kebutuhan riil negara tujuan. Selain itu, PGII juga harus menjadikan konsultasi dan dialog dengan negara penerima sebagai pedoman utama.
Baca Juga: Survei IPI: KTT G20 Percantik Citra Indonesia di Kancah Global"Pembangunan infrastruktur perlu memberdayakan masyarakat dan ekonomi setempat agar memiliki rasa kepemilikan yang tinggi disertai dukungan bagi negara berkembang untuk membangun kapasitas dan kemampuan mandiri. Dengan demikian negara berkembang dapat lebih tangguh menghadapi tantangan global di masa mendatang," kata Jokowi dalam sambutannya pada penyelenggaraan
side event PGII di Hotel The Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Selasa (15/11/2022).
Jokowi mencontohkan saat ini Indonesia sedang mendorong pemerataan pembangunan melalui pemindahan ibu kota ke Nusantara (IKN). Presiden meyakini langkah tersebut mampu membuka peluang investasi sebesar 20,8 miliar dolar di berbagai sektor infrastruktur.
Kedua, upaya PGII dalam mendukung pembangunan infrastruktur di
negara berkembang juga harus didasarkan pada paradigma kolaborasi. Jokowi meminta PGII untuk melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta yang dinilai akan membawa manfaat nyata. "Saya percaya inisiatif seperti PGII akan semakin bermanfaat jika melibatkan sebanyak-banyaknya negara di dunia," ucap Jokowi.
Baca Juga: Di Forum Pangan G20, Prabowo Sebut Singkong Bisa Selamatkan DuniaKetiga, lanjut Presiden, PGII harus menghasilkan dukungan pembangunan berkelanjutan, termasuk lewat pembangunan hijau dan transisi energi. Menurut Jokowi, negara berkembang paling rentan terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim.
"Indonesia sendiri juga bersungguh-sungguh mengembangkan industri hijau, termasuk ekosistem industri mobil listrik sebagaimana Yang Mulia saksikan langsung di KTT Bali ini," ujar Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi menegaskan bahwa Indonesia selalu mendukung penguatan pembangunan infrastruktur di negara-negara berkembang. "Indonesia siap mendukung inisiatif PGII. Harapan saya PGII dapat memperkuat hasil yang telah dicapai di G20," tuturnya.
Baca Juga:
Presiden Jokowi Ungkap Hasil Pertemuan Bilateral di Bali
Erick Thohir: AS Dukung Indonesia jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dunia(gar)