LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap manusia tentunya ingin mendapatkan kelancaran rezeki baik berupa kesehatan ataupun materi. Ada satu kunci untuk membuka banyak pintu rezeki yakni dengan berinfak di jalan Allah SWT.
Pendakwah Ustaz Khalid Basalamah mengatakan, infak adalah suatu amalan yang merupakan sebuah kunci kekayaan. Berinfak dengan ikhlas karena Allah akan membuka pintu rezeki lainnya dan mengembalikan harta yang telah diinfakkan berkali-lipat.
"Ketika kita sudah loyal dan royal di jalan Allah tanpa lagi ada batas, dan demi Allah saya bersumpah teman-teman ini adalah kunci kekayaan," ujar Ustaz Khalid dikutip di kanal Khalid Basalamah, Ahad (20/11/2022).
Baca Juga: Ustadz Hanan Attaki: Bersabar dan Bersyukur Sebagai Tanda Mukmin yang IdealHal tersebut sebagaimana Ustaz Khalid kutip dari firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 261:
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Pemuka agama kelahiran Ujung Pandang ini menjelaskan bahwa infak yang dilakukan harus benar-benar ikhlas di jalan Allah tanpa harus mengumbar hingga amalan tersebut menjadi riya. Sebab riya merupakan salah satu yang dibenci Allah SWT.
Oleh karena itu, infak harus dilakukan dengan ikhlas. Tidak boleh mengungkit-ungkit apa yang telah kita beri atau keluarkan. Sebab hal tersebut juga akan menggugurkan pahala dan keutamaan dari berinfak.
"Tidak boleh menyebut-nyebut pemberiannya, kasih saja sudah karena Allah. Dan juga tidak menyakiti perasaan si penerima," jelas Ustaz Khalid.
"Saya kan sudah bantu kamu, saya kan sudah beri kamu, tidak boleh seperti itu. Dan ini menyebut-nyebut bukan hanya sekedar menghilangkan pahala tapi juga masuk dalam kategori dosa besar," imbuhnya.
Baca Juga: 6 Cara Belanjakan Harta dalam Islam, Diantaranya Hindari Israf dan Tabzir(zhd)