Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 01 September 2026
home wirausaha syariah detail berita

6 Cara Belanjakan Harta dalam Islam, Diantaranya Hindari Israf dan Tabzir

Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 05 November 2022 - 08:12 WIB
6 Cara Belanjakan Harta dalam Islam, Diantaranya Hindari Israf dan Tabzir
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Islam selalu mengajarkan umatnya untuk memiliki etika dalam melakukan sesuatu, salah satunya adab membelanjakan harta yang dimiliki.

Menurut Wakil Ketua 1 BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta, Mujahid terdapat enam etika dalam Islam ketika membelanjakan harta.

Baca juga: Pahami 5 Teori Kedudukan Harta dalam Islam, Awas Cinta Dunia


1. Memilih skala prioritas


Bijaksanalah dalam menentukan mana yang paling penting dan kurang penting atau dalam bahasa ekonomi tentukan kebutuhan primer, dan sekunder.

"Jangan sampai kita makan saja masih kurang, kemudian lebih penting beli tv atau motor. Kebutuhan primer manusia kan makan, pakaian dan tempat tinggal. Maka tiga hal ini yang harus diutamakan," ujar Mujahid dalam kajian virtual bertajuk Etika Mencari dan Membelanjakan Harta, Jumat (4/11/2022).


2. Halal dan thayyiban


Dalam membelanjakan harta, Anda tetap harus memilih belanja yang halal dan thayyiban. Sebagaimana ketika mencari harta yang harus halal dan thayyiban.

"Yang halal misal beli teh, kopi, air putih dan lainnya itu bentuk halal. Jangan sampai kita membelanjakan harta kita dengan kebutuhan yang tidak halal, misal untuk memberi narknarkobaoba atau membeli hal-hal yang dilarang seperti minum minuman keras dan lainnya," katanya.

Baca juga: Begini Cara Atur Makanan Sedekah Hari Jumat Agar Tidak Mubazir

"Begitu juga dengan thayyiban, kita membeli makanan itu yang sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing. Misal orang yang darah tinggi kalau bisa menghindari makanan yang asin-asin, kemudian yang kolesterol tinggi menghindari sate kambing dan lainnya," lanjut dia.


3. Menghindari israf dan tabzir


Israf artinya berlebih-lebihan. Misal Anda sudah makan siang lalu kenyang, kemudian ketika di depan rumah melihat penjual bakso lewat, maka Anda tergiur dan akhirnya membeli kembali.

Kemudian, tabzir berarti mubazir atau tidak ada manfaatnya. Misal orang tua yang jiwanya sudah dewasa tetapi membeli barang-barang yang tidak memiliki manfaat.

"Itu mubazir, maka ketika membelanjakan harta jangan sampai terjadi demikian," tutur Mujahid.


4. Memiliki prinsip kesederhanaan


Dalam membelanjakan harta, Anda harus memakai prinsip kesederhanaan, dan hindari berlebihan seperti membali sepatu dengan harga ratusan juta, jam tangan 1 miliar dan lainnya.

"Masih banyak tetangga kita yang miskin, anak yatim dan janda-janda tua yang butuh bantuan, tetapi kita hidupnya glamor seperti itu," kata dia.

Baca juga: Hindari Perilaku Mubazir dengan Cermat Jaga Kesegaran Bahan Makanan


5. Zakat, infak, dan sedekah


Mujahid berkata harta merupakan titipan Allah. Dan Allah Ta'ala memerintahkan hambanya agar tidak menghabiskan hartanya sendiri

"Jangan di habiskan untuk dirimu dan keluargamu, harus ada harta yang disisihkan untuk kepentingan sosial dan juga untuk melaksanakan ajaran agama Islam seperti berzakat dan lainnya," ucapnya.


6. Alokasi masa depan


Dalam membelanjakan harta, penting kiranya untuk pikirkan alokasi masa depan Anda, istri dan juga anak-anak.

"Paling tidak untuk kebutuhan anak-anak kita yang jelas-jelas ada di depan mata, itu harus dipikirkan masa depannya. Jangan sampai kita sudah tua atau sudah tidak mampu untuk bekerja, kita tidak punya simpanan akhirnya merepotkan orang lain," tutup Mujahid.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 01 September 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan