LANGIT7.ID - , Jakarta - Belanja bahan makanan merupakan kegiatan yang kerap dilakukan ibu rumah tangga ketika stok dirumah telah habis. Meskipun sudah menjadi agenda rutin, tantangan atau permasalahan tentu saja terkadang muncul, seperti ada yang terlupakan, rusak saat penyimpanan dan lainnya.
"
Manajemen penyimpanan selalu menjadi tantangan tersendiri yang seringkali dihadapi. Tentunya berbagai cara dan faktor perlu diperhatikan dengan cermat demi menjaga kualitas kesegaran bahan dan meminimalisir kerugian belanja," kata Celebrity
Chef Devina Hermawan, dalam acara virtual Shopee “Bahan Makanan Tetap Segar, Solusi Penyimpanan Pintar”, Selasa (26/7/2022).
Baca juga: Cocok untuk Diet, Coba Resep Japanese Soba Salad ala Chef Devina IniDalam Islam, kerugian belanja bahan makanan atau
mubazir termasuk perilaku saudara setan. Seperti tercantum dalam surat Al Isro' ayat 26-27.
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).
Dalam tafsir al-Wajiz, ayat tersebut dijelaskan sebagai orang-orang yang boros adalah pasangan (saudara) setan karena pemborosan itu termasuk godaan setan. Dan setan itu sangat kufur atas nikmat-nikmat Tuhannya.
Nah, untuk meminimalisir hal tersebut Chef Devina memberikan tiga cara yakni melakukan perencanaan, penyimpanan, dan pengolahan. Untuk perencanaan, menurut Devina harus dibikin daftar perencanaan bahan apa yang akan dibeli.
"Tahap pertama yang paling penting bikin
list karena itu yang akan menjadi modal untuk kita mengambil step selanjutnya. Apalagi kalau misalnya kita perlu memasak berbagai macam, contoh
ibu rumah tangga yang anaknya umur dan seleranya berbeda. Nah itu juga harus memiliki perencanaan yang tepat," ujar Devina.
Setelah belanja dan lain-lain penyimpanan juga penting untuk diperhatikan agar mencegah kontaminasi silang antar bahan yang dapat membuat kualitas bahan menjadi tidak optimal.
Baca juga: Pakar: Pangan Lokal Bisa Jadi Bahan Makanan Berkelanjutan Masa Depan"Belanja itu kan berbagai macam kategori, nah kita harus pisah-pisah mulai dari ikan, ayam dan lainnya. Jangan tercampur, misal ayam atau daging boleh diletakkan di satu kulkas tetapi boxnya terpisah-pisah," ucapnya.
Kemudian, produk susu, dan telur harus dipisah. Devina mengatakan itu adalah alasan dalam
kulkas ada wadah tersendiri.
Terakhir, pengolahan bahan makanan. Dalam mengolah bahan usahakan sudah mengetahui kadarnya, sehingga ketika ingin mengambil dari kulkas tidak dilakukan secara berlebihan. Terpenting adalah mengambil bahan yang daya tahannya lebih cepat rusak terlebih dahulu.
"Olahan bahan harus pintar-pintar, sesuai dengan kebutuhan. Jadi pada saat kita mengeluarkan stok bahan makanan alangkah baiknya kalau secukupnya, agar tidak mengganggu kualitas yang lainnya," katanya.
"Jangan lupa juga perhatikan stok bahan. Misalnya bahan-bahan yang lebih cepat rusak boleh diprioritaskan untuk kita masak terlebih dahulu," pungkas Devina.
Baca juga: Baznas Distribusi Paket Makanan Siap Saji untuk Pekerja Nonformal(est)