Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home masjid detail berita

Peringatan Surat At-Takatsur: Pamer Harta Bukan Ukuran Kemuliaan di Hadapan Allah

mahmuda attar hussein Jum'at, 24 Februari 2023 - 13:43 WIB
Peringatan Surat At-Takatsur: Pamer Harta Bukan Ukuran Kemuliaan di Hadapan Allah
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Surat At-Takatsur diturunkan oleh Allah SWT untuk memperingatkan umat manusia, bahwasanya harta kekayaan bukanlah ukuran kemuliaan di hadapan Allah SWT.

Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, surat At-Takatsur diturunkan bukan hanya untuk meluruskan perbuatan orang-orang di zaman Jahiliyah dahulu yang suka pamer harta. Melainkan juga untuk umat Islam hingga akhir zaman.

"Saking sayangnya Allah SWT kepada kita, maka diturunkanlah At-Takatsur untuk mengingatkan bahwa semua harta benda itu bukan ukuran kemuliaan dan kehebatan di hadapan Allah SWT," kata UAH dalam penggalan kajiannya, dikutip Jumat (24/2/2023).

Baca Juga: Menkeu Kecam Gaya Hidup Mewah, Dalil Larangan Flexing dan Aniaya dalam Islam

Dalam surat At-Takatsur, Allah SWT memberikan informasi untuk setiap generasi di setiap masa yang berbeda. Bahwasanya seluruh nikmat yang dititipkan-Nya adalah bekal ibadah yang akan dibawa pulang dan dipertanggungjawabkan.

Artinya, titipan harta tidak seharusnya dipamerkan dan diperlombakan. Pesan ini ditujukan langsung untuk kaum muslimin yang hidupnya hanya menampilkan harta kekayaan.

"Terlebih bila pamernya itu lantas ingin dibandingkan dengan orang lain. Seakan-akan bahwa hanya merekalah yang hidup dalam kekayaan di dunia ini," ujar UAH.

Padahal, umat Islam seharusnya sadar bahwa harta kekayaan itu akan tertinggal di dunia ketika mereka wafat. Kemudian akan dipertanggungjawabkan semuanya di hadapan Allah SWT.

Pamer Harta di Masa Jahiliyah

Pamer harta sudah pernah terjadi dan menjadi kebiasaan orang di zaman Jahiliyah. Adapun kebiasaan ini dilakukan oleh Bani Abdu Manaf dan Bani Sahm.

"Maka Anda terlambat (pamer harta), karena perbuatan itu sudah dilakukan oleh Bani Abdu Manaf dan Bani Sahm di masa Jahiliyah," ucap UAH.

Kebiasaan mereka itu tidak disukai oleh Allah SWT karena menyebabkan mereka lalai. Untuk itulah, surat At-Takatsur diturunkan sebagai respons cepat atas perilaku pamer harta tersebut.

Baca Juga: Tafsir Al Isra Ayat 1: Isra Mi’raj Bukti Kemahabesaran Allah

Di zaman Rasulullah SAW, ada dua distrik utama dari suku Quraisy yang selalu saja bersaing dalam kemewahan. Mereka adalah Bani Abdu Manaf dan Bani Sahm.

Bani Abdu Manaf seringkali pamer tentang kehebatan, kemuliaan, dan kekayaan yang dimiliki distriknya. Lantas Bani Sahm pun tidak ingin kalah dengan semua yang dipamerkan itu.

Kemewahan dunia yang mereka tampilkan serasa tidak cukup untuk dipersaingkan. Bani Abdu Manaf kemudian datang ke kuburan dan menghitung seluruh anggota dari distrik mereka yang telah wafat. "Mereka mengatakan, 'di alam kubur pun mayat suku kami masih lebih banyak dibandingkan suku lain,'" kisah UAH.

Lantas Bani Sahm pun kemudian datang ke kubur, menghitung anggota dari distriknya yang telah wafat. Mereka pun mengatakan bahwa anggota masyarakat distriknya yang telah dikubur masih lebih banyak dibandingkan Bani Abdu Manaf yang telah wafat.

Menurut Imam Muqatil, kejadian tersebut menghadirkan respon cepat dari Allah SWT dengan menurunkan firmannya dalam surat At-Takatsur. Surat ini diturunkan karena kelalaian dua distrik tersbut yang hidup dalam persaingan kemewahan dan memperbanyak harta.

"Kaidah menyebutkan, jika sifat ayat informasinya umum disampaikan, maka ini menunjukkan kesan, bahwa perbuatan itu boleh jadi akan berulang di masa depan. Dengan tokoh dan situasi yang berbeda, tapi esensi yang serupa," tambah UAH.

Baca Juga:

Surat Al Mulk Ayat 16: Bumi Bisa Berguncang Kapan Saja sebagai Azab Orang Kafir

Selain Al-Ikhlas, Ajarkan 8 Surat Pendek Ini untuk Si Kecil Salat


(gar)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)