LANGIT7.ID - - Menteri Keuangan
Sri Mulyani Indrawati mengecam gaya hidup mewah. Kecaman datang berkaitan dengan penganiayaan oleh Mario Dandy Satriyo, anak salah satu pejabat Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (
Kemenkeu).
“Kemenkeu mengecam tindakan kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan - dan mendukung penanganan hukum secara konsisten oleh instansi yang berwenang,” tulis Sri Mulyani di Instagram dikutip Kamis (23/2/2023).
Baca juga: Pamer Kekayaan atau Flexing Sudah Ada Sejak Zaman JahiliyahSri Mulyani menegaskan, Kemenkeu mengecam
gaya hidup mewah dan sikap pamer harta yang dilakukan oleh keluarga jajaran Kemenkeu. Menurutnya, gemar pamer harta akan menimbulkan erosi kepercayaan terhadap integritas Kemenkeu.
“Menciptakan reputasi negatif terhadap seluruh jajaran Kemenkeu yang telah dan terus bekerja secara jujur, bersih, dan profesional,” kata Sri Mulyani.
Kasus penganiayaan menyeret Mario Dandy Satriyo, putra Pejabat Eselon II Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Rafael Alun Trisambodo. Penganiayaan terjadi di kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Senin (20/2).
Pihak korban adalah putra pengurus GP Ansor Jonathan Latumahina bernama David. Dia mengalami luka serius hingga mengalami koma. Motif penganiayaan masih belum terungkap.
Baca juga: 5 Tips Terhindar Jebakan Flexing, Ampuh Hadapi Investasi BodongWarganet menyoroti Mario Dandy Satriyo yang ternyata gemar memamerkan barang mewah alias flexing di media sosial, seperti Instagram dan TikTok. Mario Dandy Satriyo acap kali berfoto dengan mobil Jeep Rubicon dan motor Harley Davidson.
Islam sendiri melarang praktik pamer kekayaan dan berlaku sombong, apalagi sampai menganiaya orang lain. Firman Allah dalam Surat Luqman ayat 18:
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ
Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”
Dikutip Tafsir Tahlili Kementerian Agama, tanda-tanda seseorang yang bersifat angkuh dan sombong itu ialah bila berjalan dan bertemu dengan orang lain, ia memalingkan mukanya, tidak mau menegur atau memperlihatkan sikap ramah.
Baca juga: Mengenal Istilah Flexing, Kata Lain dari Sultan dan Crazy RichOrang sombong juga kerap berjalan dengan sikap angkuh, seakan-akan ia yang berkuasa dan yang paling terhormat.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:
لاَ تَبَاغَضُوْا وَلاَتَدَابَرُوْا وَلاَتَحَاسَدُوْا وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا وَلاَيَحِلُّ لِمُسْلِمٍ اَنْ يَهْجُرَ اَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثٍ.
“Janganlah kamu saling membenci, janganlah kamu saling mem-belakangi dan janganlah kamu saling mendengki, dan jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara. Tidak boleh bagi seorang muslim memencilkan (tidak berbaik) dengan temannya lebih dari tiga hari. (Riwayat Malik dari Anas bin Malik).
(est)