LANGIT7.ID -
Taubat merupakan ajaran mulia dalam Islam untuk menghapus dosa. Namun, masih banyak orang yang tidak mengetahui tanda-tanda taubat diterima oleh Allah Ta’ala.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah,
Buya Yahya, menjelaskan, ada dua tanda yang muncul ketika taubat seorang muslim diterima oleh Allah Ta’ala. Pertama, muncul rasa penyesalan yang mendalam setelah memohon ampun kepada-Nya.
“Tanda taubat yang diterima oleh Allah, yang pertama adalah semakin menyesal di saat mengingat dosa tersebut. Sehingga, Allah mencintai hamba-Nya yang selalu bertakwa, dengan cara bertaubat,” kata Buya Yahya di kanal youtube-nya, dikutip Senin (21/11/2022).
Baca Juga: Tak Ada Kata Terlambat, Allah Suka dengan Taubat Hamba-Nya
Rasa penyesalan itu akan mendorong seorang muslim selalu bersimpuh memohon kepada Allah Ta’ala. Sikap seperti itu akan mendekatkan seorang hamba kepada Allah. Jika demikian, itu pertanda Allah tengah mencintai hamba-Nya.
“Maka derajat seseorang akan semakin bertambah. Semakin bertambah martabat derajatnya, orang akan semakin banyak bertaubat. Jangan heran banyak yang awalnya bertaubat dengan adanya dosa besar dan dilanjutkan dengan dosa kecil,” kata Buya Yahya.
Menurut Buya Yahya, rasa penyesalan adalah rahmat. Tidak semua orang merasa menyesal jika sudah melakukan perbuatan maksiat. Hanya segelintir orang yang tergerak hatinya untuk bersimpuh di hadapan Allah meminta ampun.
Baca Juga: Cerita saat Angelina Sondakh Taubat dan Putuskan Dalami Islam
“Ada orang yang melakukan dosa dan mengingatnya, semakin dia menyesal. Maka, dengan penyesalan itu dia melakukan taubat kepada Allah Ta’ala, karena semakin dia takut akan melakukan dosa itu, dia akan semakin bertaubat,” ujar Buya Yahya.
Kedua, jika taubat seorang muslim diterima, maka ada perubahan sikap dan perbuatan. Selalu hati-hati dalam bersikap dalam berbuat agar tidak terjebak dalam lingkaran maksiat. Sehari-hari dipenuhi perbuatan-perbuatan baik, baik berupa ibadah-ibadah bersifat ritual maupun ibadah muamalah.
“Kemudian, pasti ketika orang telah melakukan taubat, pasti ada perubahan terhadap sikap dan perbuatannya,” ujar Buya Yahya.
Baca Juga: UAH: Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah, Ampunan-Nya Sangat Luas
Buya Yahya lalu mengajak setiap muslim untuk selalu beristighfar, memohon ampunan kepada Allah. Istighfar bisa menjadi rem bagi seseorang saat berada di pintu maksiat. Ucapan istighfar otomatis mengingatkan kepada sang pencipta, sehingga niat-niat berbuat maksiat berubah jadi taat kepada-Nya.
“Maka kita harus selalu mengingat kesalahan dan melakukan taubat, insya Allah akan diterima taubat itu dan sikap dan perilaku akan jauh lebih baik. Pada intinya, kita harus banyak ber-istighfar dan bertaubat kepada Allah, agar kita selalu menjaga sikap dan perilaku tidak lagi berbuat dosa,” ujarnya.
(jqf)