LANGIT7.ID - , Jakarta - Kapan nikah? Sudah punya calon atau belum? Pertanyaan-pertanyaan sejenis itu kerap menghampiri para
lajang atau yang belum menikah.
Bagi sebagian orang, pertanyaan di atas bisa berarti bisa saja. Namun, bagi sebagian lainnya bisa membuat
overthinking hingga minder atau
insecure. Penulis dan Trainer Super Parenting, Ustaz Iwan Januar mengatakan ada empat penyebab seorang lajang merasa
insecure sampai mengalami gangguan mental.
Baca juga: Penyebab Insecure dan Cara Mengatasi Kecemasan Diri
1. Dianggap tidak peduli dengan pernikahan
Menurut Ustaz Iwan, banyak masyarakat menganggap bahwa orang yang melajang berarti tidak peduli dengan
pernikahan. Padahal banyak alasan yang melatarbelakangi keputusan tersebut.
"Bisa saja mereka ingin tetapi belum menemukan orang yang tepat," terang Ustaz Iwan.
Dia menyarankan untuk menyudahi anggapan tersebut. Sebab, hal itu dapat membuat yang bersangkutan tertekan dan merasa insecure.
"Tidak sedikit laki-laki yang good looking, rajin ibadah, sudah punya income, tetapi belum punya pasangan. Begitu juga seorang akhwat ada yang salehah, baik tetapi belum menikah, inikan tidak bisa kemudian dikatakan bahwa mereka tidak perlu dengan menikah. Mungkin mereka sudah berikhtiar tetapi belum dapat," ujar Ustaz Iwan dalam kajian daring bertajuk "Kiat Sehat Mental Walau Masih Lajang", dikutip Selasa (22/11/2022).
2. Pertanyaan intimidasi
Pertanyaan kapan nikah, sudah ada calon atau belum? Jangan menikah di usia tua dan lainnya, jadi penyebab lain seorang lajang merasa insecure.
Ustaz Iwan mengatakan saat pertanyaan tersebut dilontarkan pada orang yang mentalnya sehat, bisa ditanggapi dengan bercanda. Berbeda halnya bila orang tersebut dalam kondisi mumet, yang kemudian berbuah rasa insecure hingga emosi yang meledak.
Baca juga: Zahra Aisha, Pro Player yang Sempat Insecure Bergabung di Tim Esports"Pertanyaan-pertanyaan ini seringkali menjadi intimidasi bagi mereka yang masih melajang. Jangan sampai anak muda merasa lebaran itu tidak enak, tidak nyaman karena saat lebaran dan kumpul keluarga dia selalu seperti mendapatkan intimidasi. Walaupun mungkin maksud keluarga tidak intimidasi, mereka hanya menunjukkan kepedulian. Tetapi karena suasana mentalnya tidak sehat, maka pertanyaan demikian makin membuat mereka insecure. Akibatnya jadi malas kumpul keluarga dan silaturahmi karena takut ditanya masalah demikian," katanya.
3. Anggapan pilih-pilih calon pasangan
Alasan lain membuat orang lajang merasa insecure karena anggapan standar yang terlalu tinggi sehingga membuatnya sulit menikah.
Menurut Ustaz Iwan, memasang standar tinggi untuk mendapatkan calon suami atau istri adalah hal yang wajar. Sebab, rumah tangga bukan urusan main-main. Karena itu, untuk membangun rumah tangga yang Islami, hal yang lumrah untuk menetapkan standar calon pasangan.
Baca juga: Tips Atasi Rasa Minder untuk Remaja, Ini Kata Reza Rahadian"Ada juga orang berprinsip all or nothing artinya kalau tidak semua tidak usah. Nah, kalau yang seperti ini memang pantas dianggap suka pilih-pilih calon pasangan. Artinya saya juga mengingatkan kepada teman-teman yang melajang untuk tetap
down to earth yaitu tetap membumi karena yang namanya nikah saling melengkapi yang positif dan dari kekurangan pasangan kita tutupi," terangnya.
4. Khawatir tidak dapat jodoh
Khawatir tidak mendapatkan jodoh juga termasuk salah satu alasan orang lajang jadi insecure. Usia 25 tahun ke atas atau masuk 30 tahun, seorang perempuan akan merasa insecure karena tidak mendapatkan jodoh. Apalagi merasa kompetisi persaingan untuk mendapatkan pasangan semakin banyak.
(est)