LANGIT7.ID - Perbankan syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan positif. Awal Februari 2021, menjadi sejarah emas atas lahirnya lembaga keuangan syariah besar hasil merger tiga bank syariah BUMN, yakni BRI Syariah, BNI Syariah, dan Mandiri Syariah. Namanya, Bank Syariah Indonesia atau disingkat BSI.
Setelah mendapat dukungan penuh dari pemerintah, giliran masyarakat yang mengeksekusi. Tentu BSI harus menunjukkan performa terbaik dan masyarakat semakin
melek dengan manfaat Bank Syariah. Dengan begitu, bukan hal yang tak mungkin, ke depan bisa saja "Syariah First" menjadi tren baru.
Bank Syariah tidak semata dilihat dari sisi spiritual values, tetapi juga dari sisi fungsional/rasional yang bermanfaat bagi nasabah dan mitra. Misalnya, BSI sudah berkomitmen melayani 24 jam kebutuhan muslim dan nonmuslim, membawa UMKM naik kelas dengan berbagai
pilot project, dan memenuhi kebutuhan pelanggan sesuai
life cycle transaksi harian, investasi, halal travelling, e-commerce, dan lainnya.
Di lain sisi, masyarakat juga harus
open mind melihat Bank Syariah sebagai
economic tools, lebih aman, adil dalam bagi hasil, dan terhindar dari
market risk. Apa
sih bedanya antara yang konvensional dan syariah? Selengkapnya, berikut penjelasan Mulya Effendi Siregar, Komisaris Utama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) kepada
Zulkarmedi Siregar dari LANGIT7.ID:
Apa saja target BSI di tahun 2021 dan tahun depan?Target BSI secara keuangan dapat kami sampaikan, aset tumbuh dari Rp239,6 triliun pada Desember 2020 menjadi Rp247,6 triliun pada Desember 2021. Saat Mei 2021, telah mencapai Rp243,3 triliun (98,2% dari target akhir tahun). Diperkirakan target Aset pada akhir tahun Insya Allah dapat terlampaui.
Dari sisi pembiayaan tumbuh dari Rp156,5 triliun pada Desember 2020, menjadi Rp166,9 triliun pada Desember 2021. Pada Mei 2021 ini, sudah mencapai Rp160,1 triliun (95,9% dari target akhir tahun). DPK tumbuh dari Rp212,6 triliun pada Desember 2020 menjadi Rp216,4 triliun pada Desember 2021, saat Mei 2021 telah mencapai Rp212,6 triliun (98,2% dari target akhir tahun). Diperkirakan target DPK pada akhir tahun Insya Allah dapat juga terlampaui.
Target laba yang sudah ditetapkan BSI?Laba setelah pajak akan tumbuh dari Rp2,2 triliun pada Desember 2020 akan menjadi Rp2,9 triliun pada Desember 2021. Pada Mei 2021 lalu telah mencapai Rp1,2 triliun (41,4% dari target akhir tahun), dengan waktu yang masih tujuh bulan lagi, Insya Allah pencapaian ini masih on the right track untuk mencapai target akhir tahun.
Kemudian, ROA kita akan tumbuh dari 1,38% pada Desember 2020 menjadi 1,65% pada Desember 2021. Pada Mei 2021 ini sudah mencapai 1,66% (100,6% dari target akhir tahun). ROE akan tumbuh dari 11,2% pada Desember 2020 menjadi 13,3% pada Desember 2021. Pada Mei 2021 sudah mencapai 13,9% (104,5% dr target akhir tahun).
Rasio pembiayaan bermasalah BSI seperti apa?NPF merupakan rasio pembiayaan bermasalah (semakin kecil semakin baik), diperkirakan akan meningkat sehubungan adanya Pandemi dari 2,88% pada Des 2020 akan menjadi 3,0% pada Des 2021. Walaupun saat Mei 2021 NPF telah mencapai 3,16% (94,6% dr target akhir tahun), namun dengan pencadangan dana yang telah mencapai 140% sehingga dimungkinkan ada nya wight off maka diperkirakan target akhir tahun NPF tersebut masih reasonable.
Wawancara Lainnya: Ketua AASI, Memecah Double Trouble Asuransi SyariahBOPO merupakan rasio Biaya Operasional dibagi Pendapatan Operasional yang menggambarkan tingkat efisiensi dari sebuah bank (semakin kecil rasionya semakin efisien) akan turun dari 84,5% pada Desember 2020 menjadi 77,4% pada Desember 2021. Pada Mei 2021m, sudah mencapai 80,2% (96,4% dr target akhir tahun).
Seperti apa target posisi BSI diantara bank nasional lainnya? Selain indikator-indikator keuangan yang akan dicapai, BSI juga ingin mencapai
positioning yang terus meningkat di antara bank-bank nasional. Saat ini
positioning BSI dibandingkan perbankan nasional sudah berada di 10 besar per Maret 2021. Secara aset, DPK, tabungan, pembiayaan dan laba bersih berada pada posisi masing2: 7, 6, 5, 6 dan 8.
Dengan pertumbuhan indikator-indikator keuangan di atas yang tumbuh sedemikian rupa sampai dengan akhir 2021, maka diperkirakan BSI akan naik 1 tingkat dari sisi aset maupun DPK. Begitu juga laba bersih diharapkan dapat naik satu tingkat mengingat saat ini perbedaan laba dengan ranking 7 sangat tipis.
Program inovasi apa saja yang ditawarkan BSI?Selanjutnya BSI akan menyediakan platform digital
All in One Apps 24 hours of Muslim Life. Selain itu, BSI juga akan memberikan layanan prima kepada semua masyarakat baik Muslim maupun Nonmuslim. BSI berkomitmen mengusahakan naik kelasnya UMKM melalui berbagai
pilot project yang sudah dilaksanakan maupun yang sedang dipersiapkan sehingga pada saatnya UMKM dapat dilepas untuk mandiri.
Kerja Sama yang dibangun dengan pemerintah?Terus melakukan peningkatan peran perbankan syariah dalam mendukung kebutuhan pemerintah di bidang pengelolaan dana haji, agen penawaran Sukuk Ritel, Pembeli SBSN (Surat Berharga Syariah Negara), Penampungan pembayaran Gaji PNS, Penampungan Dana BUMN serta melaksanakan kewajiban setoran pajak kepada pemerintah yang sudah mendekati Rp1 triliun.
Wawancara Lainnya:Gubernur Sumbar, Kita Merdeka karena Kompak dan BersatuKetua MUI KH Cholil Nafis: Daarul Mitsaq Kita adalah NKRISelain itu, menjalankan prinsip Adil, Seimbang dan Bermanfaat (Maslahat) guna memenuhi ekspektasi stakeholders yang meliputi mitra bank syariah dari sisi pembiayaan maupun deposan/investor, para pegawai, masyarakat tidak mampu, negara dan pemegang saham.
Untuk Tahun 2021 ini, target BSI seperti apa? Tahun 2021 diharapkan BSI dapat menjadi Bank Syariah pilihan talenta-talenta terbaik untuk tempat berkarya dan berkarier. Juga diharapkan BSI dapat Go Global melalui pembukaan Kantor Perwakilan di Dubai untuk menjadi pintu gerbang para investor Timur Tengah masuk ke Indonesia.
Selain itu diharapkan BSI dapat melayani dengan baik kebutuhan konsumen akan kegiatan finansial maupun kegiatan sosial dan spiritual sehingga BSI dapat menjadi Sahabat Finansial dan sekaligus Sahabat Sosial dan Sahabat Spritual masyarakat.
Wawancara Lainnya:Potensi Indonesia Sangat Besar Jika Ummat Islam Jalankan Syariat
Rektor Perbanas Institute: Perbankan Syariah, Kenapa Masih Ragu? Kemudian, mampu memenuhi kebutuhan pelanggan sesuai
life cycle transaksi harian, investasi hingga kebutuhan tertier nasabah seperti
halal travelling,
e-commerce, dan lainnya.
Saran Anda agar masyarakat lebih banyak menggunakan jasa perbankan syariah?Pertama, masyarakat
open mind dalam melihat Bank Syariah yang merupakan salah satu
economic tools dalam membangun perekonomian suatu negara. Kedua, masyarakat dapat memahami bahwa setiap transaksi di perbankan syariah ada
underlying asetnya, sehingga sulit untuk berspekulasi keuangan di bank syariah. Dengan demikian penempatan pada bank syariah lebih aman.
Ketiga, masyarakat harus memahami bahwa Bank Syariah sangat menjunjung prinsip keadilan dalam berbagi hasil, yang sesuai dengan pepatah
ringan sama dijinjing dan berat sama dipikul. Keempat, masyarakat harus dapat memahami dalam transaksi jual-beli barang dengan prinsip Murabahah, bahwa yang disepakati adalah harga jual sampai dengan lunas yang tediri dari harga beli bank ditambah margin keuntungan bank yang tidak akan berubah sampai dengan akhir periode.
Wawancara Lainnya:
Presdir BCA Syariah: Tidak Berpuas Diri dengan Apa yang Sudah Dicapai
Rektor UIN Jakarta: Indonesia Sangat Dinanti Ummat Islam Dunia Maka dapat dikatakan nasabah bank syariah dapat terhindar dari
market risk karena harga jual barang kepada nasabah akan tetap, tidak akan berubah sampai dengan akhir periode pembiayaan. Hal ini akan meringankan nasabah dalam mengatur keuangan rumah tangganya atau keuangan perusahaannya karena angsurannya tetap tidak akan ada kenaikan seperti yang terjadi pada angsuran di bank konvensional yang akan berfluktuasi mengikuti pergerakan suku bunga.
Hal-hal seperti ini yang harus disampaikan kepada masyarakat agar paham manfaat bank syariah sehingga program literasi tentang Bank Syariah tidak semata dari sisi
spiritual values saja, tetapi juga harus menampilkan sisi fungsional/rasional yang bisa bermanfaat bagi nasabah atau mitra dari Bank Syariah.
(jak)