LANGIT7.ID, Jakarta - Anak-anak korban bencana umumnya akan mengalami stress, kekhawatiran luar biasa, bahkan trauma. Hal ini disebabkan oleh perubahan drastis yang mereka alami, seperti terpaksa tinggal di penampungan dan kehilangan banyak hal.
Tak terkecuali bagi anak-anak yang tertimpa gempa bumi di
Cianjur, Jawa Barat. Tak sedikit dari mereka juga merasakan trauma karena gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 yang cukup merusak.
Belum lagi, anak-anak melihat banyaknya korban berjatuhan saat terjadinya
gempa. Oleh karena itu, tak sedikit anak mengalami perubahan perilaku, seperti mudah marah, insomnia, kehilangan nafsu makan, dan menyendiri.
Baca Juga: Penyintas di Cianjur Trauma Gempa Susulan, Berdesakan di Tenda PengungsianTrauma yang tak diatasi dengan baik berpotensi buruk pada kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang. Penting bagi kita yang tak tertimpa musibah membantu anak-anak, pulih dari trauma pascabencana.
Berikut ini cara membantu anak-anak pulih dari trauma pascabencana, yang sudah
Langit7.id rangkum dari
The Conversation, Sabtu (26/11/2022).
1. Dorong Anak untuk BerbicaraMeskipun anak tampak baik-baik saja pascabencana, mereka sejatinya menyimpan rasa trauma berat. Tak dipungkiri rasa takut masih tersisa.
Penting untuk membuat mereka merasa suaranya didengar. Ketika anak-anak mendapat kesempatan untuk berbicara tentang perasaan dan pengalaman mereka, ini akan memungkinkan pulih lebih cepat.
2. Libatkan Anak dalam AktivitasSaat anak dalam pemulihan trauma pascabencana, lebih baik untuk membantu mereka teralihkan. Libatkan anak-anak dalam aktivitas seperti bertanam, membersihkan ruangan, memasak, dan sebagainya.
Hal ini akan meningkatkan pikiran positif dan semangat anak. Sehingga, anak tak selalu terbebani untuk mengingat kejadian yang menimpanya.
Baca Juga: Hilangkan Rasa Trauma, Anak Penyintas Gempa Cianjur Belajar Baca Al Quran3. Pahami Perasaan Anak yang Mungkin Mengalami KesulitanJangan lupa untuk selalu pantau kegiatan anak-anak. Cobalah untuk tidak mengkritik anak atas perilaku yang sedang mereka jalani.
Berilah solusi secara perlahan, bantu mereka untuk mengelola emosi. Tanamkan pola pikir pada anak, kegagalan bukan akhir dari segalanya. Bantu mereka untuk mencoba kembali.
Ini salah satu cara untuk membuat anak-anak merasa dicintai dan tidak sendirian.
4. Biarkan Anak Mengetahui RealitaMeski perlu untuk mengalihkan perhatian anak dari trauma dan ingatan saat bencana, penting pula memberitahu mereka terkait realita yang dialami.
Ajari mereka penyebab dari bencana, cara menghadapinya, hingga upaya melindungi diri. Ajak anak untuk bekerja sama mengembangkan kemampuan diri agar bisa melindungi orang lain di masa depan jika kemungkinan bencana terjadi lagi.
Baca Juga:
Pakar Gempa: Upaya Mitigasi Harus Dimulai dari SekolahBanyak Warga Belum Terima Bantuan, Ini Janji Bupati Cianjur(gar)