Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

Soroti Peringkat Produk Halal, Ketua DPD Singgung Paradoks di Indonesia

Garry Talentedo Kesawa Kamis, 01 Desember 2022 - 08:30 WIB
Soroti Peringkat Produk Halal, Ketua DPD Singgung Paradoks di Indonesia
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyoroti penurunan peringkat Indonesia sebagai negara produsen Produk Halal. Hal itu dinilai menjadi salah satu dari sekian banyak paradoksal dari perjalanan bangsa.

Berdasarkan laporan The State of Global Islamic Economy Report, tahun 2020 Indonesia berhasil memperbaiki posisi sebagai negara produsen Produk Halal, dari peringkat 10 naik ke peringkat lima dunia. Namun, di tahun 2022 posisi Indonesia justru terlempar dari 10 besar.

"Sedangkan yang masuk 10 besar malah negara-negara yang mayoritas penduduknya non muslim. Seperti Brasil, Amerika Serikat, juga Taiwan," kata LaNyalla dalam keterangannya, dikutip Kamis (1/12/2022).

Baca Juga: Menag: Forum H20 Momentum Bangun Kemitraan Halal Global

Menurut LaNyalla, hal ini sebenarnya menjadi peluang bagi Himpunan Pengusaha Nahdliyin untuk menembus pasar Produk Halal dunia dengan mengembangkan Koperasi Pesantren dan Industri Mikro dan Menengah. Terlebih, salah satu tugas dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Indonesia adalah melakukan supporting program terhadap hal ini.

"Tetapi sekali lagi, inilah salah satu dari sekian banyak paradoksal di negara ini. Oleh karena itu, saya tidak akan membahas angka-angka pertumbuhan ekonomi, PDB, atau rasio utang dan lain-lain. Karena angka-angka itu tidak saya temukan di lapangan," ujar Senator asal Jawa Timur itu.

LaNyalla mengaku sudah berkeliling ke lebih dari 300 Kabupaten dan Kota di Indonesia. Namun, hal yang ditemukannya hampir seragam, yaitu ketidakadilan dan kemiskinan struktural yang sulit dientaskan.

Baca Juga: Masyarakat Kini Dapat Cek Status Kehalalan Produk di Laman BPJPH

"Karena itu, saya selalu berbicara tentang Peta Jalan agar kita kembali menjadi bangsa yang berdaulat, berdikari dan mandiri. Caranya, dengan membaca dan menerapkan kembali rumusan Konstitusi yang digagas para pendiri bangsa," lanjut LaNyalla menerangkan.

Lebih lanjut, Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menyatakan bahwa sudah saatnya bangsa ini mengakhiri praktek over eksploitasi oleh Kapitalisme Global, yang telah menjadi satu badan dengan Oligarki Ekonomi.

"Kemiskinan suatu negara bukan karena negara itu negara berkembang, tetapi karena negara tersebut terlalu dieksploitasi oleh Oligarki rakus yang bersinergi dengan Kapitalisme Global. Makanya mulai hari ini, mari kita tanamkan dalam pikiran kita untuk berani bangkit. Harus berani mengubah arah perjalanan perekonomian bangsa," tutur eks Ketua Umum PSSI itu.

Baca Juga:

Sertifikat Halal Gratis Bantu Naikan Perekonomian Pelaku UMKM

KADIN: Ormas Islam Bisa Jadi Sentra Pengembangan Industri Halal Tanah Air


(gar)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)