LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua DPD RI,
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyoroti penurunan peringkat Indonesia sebagai negara produsen Produk Halal. Hal itu dinilai menjadi salah satu dari sekian banyak paradoksal dari perjalanan bangsa.
Berdasarkan laporan The State of Global Islamic Economy Report, tahun 2020 Indonesia berhasil memperbaiki posisi sebagai negara produsen
Produk Halal, dari peringkat 10 naik ke peringkat lima dunia. Namun, di tahun 2022 posisi Indonesia justru terlempar dari 10 besar.
"Sedangkan yang masuk 10 besar malah negara-negara yang mayoritas penduduknya non muslim. Seperti Brasil, Amerika Serikat, juga Taiwan," kata LaNyalla dalam keterangannya, dikutip Kamis (1/12/2022).
Baca Juga: Menag: Forum H20 Momentum Bangun Kemitraan Halal GlobalMenurut LaNyalla, hal ini sebenarnya menjadi peluang bagi Himpunan Pengusaha Nahdliyin untuk menembus pasar Produk Halal dunia dengan mengembangkan Koperasi Pesantren dan Industri Mikro dan Menengah. Terlebih, salah satu tugas dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Indonesia adalah melakukan
supporting program terhadap hal ini.
"Tetapi sekali lagi, inilah salah satu dari sekian banyak paradoksal di negara ini. Oleh karena itu, saya tidak akan membahas angka-angka pertumbuhan ekonomi, PDB, atau rasio utang dan lain-lain. Karena angka-angka itu tidak saya temukan di lapangan," ujar Senator asal Jawa Timur itu.
LaNyalla mengaku sudah berkeliling ke lebih dari 300 Kabupaten dan Kota di Indonesia. Namun, hal yang ditemukannya hampir seragam, yaitu ketidakadilan dan kemiskinan struktural yang sulit dientaskan.
Baca Juga: Masyarakat Kini Dapat Cek Status Kehalalan Produk di Laman BPJPH"Karena itu, saya selalu berbicara tentang Peta Jalan agar kita kembali menjadi bangsa yang berdaulat, berdikari dan mandiri. Caranya, dengan membaca dan menerapkan kembali rumusan Konstitusi yang digagas para pendiri bangsa," lanjut LaNyalla menerangkan.
Lebih lanjut, Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menyatakan bahwa sudah saatnya bangsa ini mengakhiri praktek over eksploitasi oleh Kapitalisme Global, yang telah menjadi satu badan dengan Oligarki Ekonomi.
"Kemiskinan suatu negara bukan karena negara itu negara berkembang, tetapi karena negara tersebut terlalu dieksploitasi oleh Oligarki rakus yang bersinergi dengan Kapitalisme Global. Makanya mulai hari ini, mari kita tanamkan dalam pikiran kita untuk berani bangkit. Harus berani mengubah arah perjalanan perekonomian bangsa," tutur eks Ketua Umum PSSI itu.
Baca Juga:
Sertifikat Halal Gratis Bantu Naikan Perekonomian Pelaku UMKM
KADIN: Ormas Islam Bisa Jadi Sentra Pengembangan Industri Halal Tanah Air(gar)