LANGIT.ID, Jakarta -
Hari Jumat disebut juga sayyidul ayyam atau penghulunya hari dalam sepakan. Banyak kemuliaan di momen tersebut sebagaimana disampaikan Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah menyebut bahwa sebaik-baiknya hari yakni hari Jumat. Karenanya,
umat Islam mesti bergembira dengan memperbanyak amal ibadah pada hari yang agung ini.
Syekh Abdul Qadir Ar Rahbawi dalam kitabnya, As Sholah alaa Madzaahib Al Arba'ah menjelaskan,
kemuliaan hari Jumat bahkan lebih agung di sisi Allah dari Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Banyak peristiwa besar yang terjadi pada hari yang disebut sebagai Sayyidul Ayyam ini.
Dari Abu Lubanah Al Badri, Rasulullah bersabda, "Penghulunya hari-hari yakni hari Jumat, dan hari Jumat juga merupakan hari yang paling agung di sisi Allah. Dan lebih Agung di sisi Allah dari pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha." (HR Ahmad dan Ibnu Majah).
Dalam hadits tersebut, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menguraikan beberapa peristiwa mulia yang terjadi pada hari Jumat. Allah menciptakan Adam alaihissalam pada hari Jumat.
Kemudian, pada hari itu pula Allah SWT menurunkan Adam ke bumi untuk menunaikan perannya sebagai khalifah fil ardh. Pada hari yang mulia ini pula Nabi Adam wafat.
"Pada hari Jumat juga terdapat waktu yang tidak ada seorang hamba pun apabila meminta kepada Allah kecuali Allah akan memberikan kepadanya (mengabulkan doanya-red), selama ia tidak meminta sesuatu yang haram," kata Rasulullah.
Masih dalam hadits tersebut, Rasulullah menambahkan bahwa peristiwa besar kiamat terjadi pada hari Jumat. Tak seorang pu dari para malaikat, langit, bumi, angin, gunung, dan lautan kecuali memuliakan hari Jumat.
Awal Mula Salat JumatSalat Jumat pertama kali dilakukan oleh Nabi SAW ketika berada di Bani Salim bin Auf dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Nabi berangkat pada awal bulan Rabi al-Awwal dan tiba di Quba tanggal 12 Rabi al-Awwal.
Kemudian Nabi SAW tinggal dulu di Quba pada hari Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis di Bani Amr bin Auf. Saat itulah Nabi SAW membangun masjid di sana, yaitu masjid al-Munawwarah atau lebih dikenal Masjid Quba.
Setelah itu Nabi SAW keluar menuju Madinah dan melaksanakan salat Jumat di Bani Salim bin Auf sebelum tiba di Madinah. Peristiwa ini menunjukkan bahwa kewajiban Jumat itu disyariatkan di Madinah.
Syariat salat Jumat tak bisa dilepaskan dari surat al-Jumu'ah yang menyebutkan perintah shalat tersebut, ketika diturunkan di Madinah.
(bal)