LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah akan mencari metode terbaik guna melaksanakan pelatihan tatap muka bagi penerima program kartu prakerja gelombang 18.
Berdasarkan pernyataan resmi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, saat ini pemerintah sedang menyiapkan pelatihan secara offline atau tatap muka.
"Pelatihan offline saat ini sedang dipersiapkan," ujar Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu kepada awak media, Kamis (19/8)
Menurut Louisa Tuhatu mengatakan sebelum peserta mendapatkan uang insentif, nantinya penerima diwajibkan untuk mengerjakan pelatihan lebih dulu.
Pada gelombang-gelombang sebelumnya, pelatihan yang dilakukan masih secara online atau daring. Namun, berdasarkan pernyataan resmi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, saat ini pemerintah sedang menyiapkan pelatihan secara offline atau tatap muka.
Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja saat ini sudah mengalokasikan 800.000 penerima program pada gelombang 18 ini. Nantinya, setelah mendapatkan pelatihan akan diberikan insentif sebesar Rp3,55 juta.
Tahun ini, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp20 triliun untuk Kartu Prakerja. Anggaran itu dibagi menjadi dua semester dengan masing-masing Rp10 triliun.
(sof)