LANGIT7.ID, Jakarta - Santri dan santriwati di lingkungan Pondok Pesantren Alkhairaat Pusat Palu, antusias mengikuti vaksinasi massal hari pertama yang digelar di komplek PB Alkhairaat, Kamis (23/9). Vaksinasi tersebut bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN).
Mewakili Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Habib Shaleh bin Muhammad Aldjufri menyampaikan terima kasih kepada Presiden karena dengan adanya program pemerintah melalui BIN tersebut, pihaknya sangat terbantu.
Baca Juga: 5 Keutamaan Baca Surat Yasin pada Malam Jumat"
Alhamdulillah dengan bantuan beliau, kita bisa lihat partisipasi anak-anak kita mengikuti vaksinasi ini, bahkan membawa kedua orang tuanya untuk divaksin. Jadi kalau tidak selesai hari ini, besok akan dilanjutkan kembali," kata Habib Shaleh.
![Pesantren Alkhairaat Palu Siap Pembelajaran Tatap Muka]()
Berkat terlaksananya vaksinasi kepada para santri tersebut, kata dia, maka pihaknya juga segera bersiap melaksanakan pembelajaran tatap muka di pesantren. Dia juga mengatakan, jika ada pihak dari luar Alkhairaat yang ingin mengikuti vaksinasi, maka Alkhairaat siap menampung.
"Untuk pembelajaran tatap muka, Insya Allah hari Sabtu kami akan rapat koordinasi dengan beberapa kepala sekolah dan tidak akan lama lagi kami akan memulai pembelajaran tatap muka sebagaimana yang disampaikan Bapak Presiden, yaitu tetap dengan prokes yang sangat ketat," katanya.
"Jika tidak bisa selesai hari ini, maka besok dilanjutkan lagi," ujarnya.
Baca Juga: Pondok Modern Tazakka Akan Dirikan Perguruan TinggiPada kesempatan sama, Kepala BIN Daerah (Kabinda) Sulawesi Tengah, Brigjen TNI Andi Chandra As’aduddin mengatakan, untuk di Kota Palu, pihaknya menargetkan 6000 dosis vaksin. "Kalau untuk Sulteng juga digelar kegiatan yang sama di Poso hari ini. Jadi totalnya untuk Sulteng sebanyak 11 ribu dosis vaksin," kata Andi.
Vaksinasi di Alkhairaat juga disaksikan secara virtual oleh Presiden RI, Joko Widodo. Selain di Alkhairaat, kegiatan yang digelar BIN tersebut juga berlangsung serentak di sejumlah sekolah dan pesantren yang ada di 10 provinsi. Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan bahwa hari ini dilakukan vaksinasi yang menyasar 107 ribu pelajar dan santri di 10 provinsi.
Baca Juga: Santri Harus Melek Digital untuk Sebarkan Islam Rahmatan Lil-Alamin"Kita harapkan, setelah divaksin, anak-anakku semuanya bisa melakukan pembelajaran tatap muka kembali. Meskipun baru satu suntikan, tetapi kalau kabupaten/kota ada yang levelnya sudah tiga, dua dan satu, silahkan tatap muka, tetapi dengan protocol kesehatan yang ketat, utamanya memakai masker," ujarnya.
Mantan Wali Kota Solo itu menambahkan, saat ini vaksin menjadi rebutan semua negara. Dari 220 negara memperebutkan vaksin itu, ada yang progress vaksinasinya sudah 60 persen, bahkan ada yang baru 2 persen. "Rebutan itu beli loh, bukan gratisan. Artinya, membeli vaksin saat ini tidaklah mudah, oleh sebab itu kita berharap semuanya antusias untuk vaksinasi agar sekolah segera bisa tatap muka," katanya.
Baca Juga:
Ponpes Salamun Aitam, Satu-satunya Ponpes Gratis bagi Anak Yatim dan Dhuafa di Sumsel
Pesantren Perut Bumi Al Maghribi, Nyantri 20 Meter di Bawah Tanah(asf)