Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Mengenal Ecoprint, Teknik Cetak Kain dengan Hasil Unik dan Otentik

Fifiyanti Abdurahman Selasa, 06 Desember 2022 - 13:09 WIB
Mengenal Ecoprint, Teknik Cetak Kain dengan Hasil Unik dan Otentik
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Desainer modest fashion ternama Tanah Air, Jeny Tjahyawati menyebut tren busana muslim pada tahun 2023 akan kembali ke alam dengan teknik ecoprint.

"Di 2023 itu nature, seperti koleksi yang saya buat 'In Love with Nature'. Di sini kita kembali ke alam, mengutamakan memelihara tentang alam. Jadi saya membuat ecoprint dari bahan-bahannya dan dengan tekniknya kita dari alam pewarnaan," ujar kepada Langit7, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: Tren Busana Muslim 2023, Warna Pastel dan Alam Bakal Diminati

Ecoprint sendiri merupakan teknik cetak pewarnaan kain alami yang terbilang sederhana. Namun, teknik ini dapat menghasilkan motif yang unik dan otentik.

Prinsip pembuatan ecoprint melalui kontak langsung antara daun, bunga, batang, atau bagian tumbuhan lain yang mengandung pigmen warna dengan media kain tertentu.

Belakangan teknik cetak alami ini banyak dipelajari masyarakat lantaran dapat menciptakan peluang bisnis baru. Lalu apa sebenarnya ecoprint itu?

Merujuk dari situs Desain Komunikasi Visual Binus University, ecoprint merupakan pengembangan dari teknik ecodyeing, yaitu pewarnaan kain dari alam.

Dalam proses ecoprint, dikenal dua teknik pewarnaan, yaitu teknik iron blanket (mengukus) dan teknik pounding (memukul). Namun, Dosen vokasi Universitas Negeri Surabaya Urip Wahyuningsing mengatakan teknik ecoprint berkembang sehingga tidak terpaku pada dua metode tadi saja.

Sekarang, lanjut Urip, muncul teknik baru yang lebih berkelanjutan memanfaatkan alam sehingga tidak mencemari lingkungan.

Baca juga: Ria Miranda: Fesyen Keberlanjutan Bakal Jadi Tren Tahun 2022

"Dalam pembuatan desain yang ramah lingkungan, ecoprint tidak hanya menggunakan daun yang masih segar, tetapi daun yang sudah jatuh pun bisa. Daun yang kering dan sudah tidak bisa memunculkan warna dapat ditreatment agar dapat memunculkan warna," terang Urip dikutip dari laman UNESA, Selasa (6/12/2022).

Urip juga menjelaskan jenis kain dengan kriteria khusus yang dapat digunakan untuk teknik ecoprint ini.

"Salah satunya berbahan katun, paris, dan yang paling penting berserat alam agar penyerapan warna lebih cepat. Motif yang dihasilkan bisa macam-macam berdasarkan corak daun yang digunakan," terangnya.

"Pembuatan motif bisa dengan berbagai cara. Tidak harus rapi atau sejejar. Miring dan acak pun bisa. Justru dengan begitu bisa menghasilkan motif yang estetik," paparnya.

Kemudian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat cetakan ecoprint.

Pertama, pemilihan kain direkomendasikan berserat alam atau berjenis sutra dan wol. Semakin banyak serat alamnya semakin bagus.

Baca juga: 4 Tips Fesyen Modern untuk Salat Jumat, Tampil Kece tapi Syar'i

Kedua, menggunakan jenis daun. Daun yang tidak mengeluarkan warna bisa ditreatment dengan cara dicelupkan ke dalam air campuran cuka.

Ketiga, pada saat gulung antara blangkat dan bahan utama harus lengket.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)