LANGIT7.ID, Jakarta - Direktur Eksekutif
Forum Zakat (FOZ), Agus Budiyanto, mengatakan,
lembaga amil zakat (LAZ) di Indonesia memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan negara. Itu bisa dilakukan dalam peran lembaga zakat dalam memberdayakan masyarakat menggunakan dana zakat.
“Program yang berdampak di tengah masyarakat, itu bisa kita hitung sebagai kontribusi lembaga zakat untuk pembangunan Indonesia. Orientasi dalam mengelola zakat adalah mengubah mustahik jadi muzakki,” kata Agus dalam acara Ruang Tengah Giving With Impact untuk Media, Media OPZ & Blogger di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2022).
Agus mencontohkan saat virus covid-19 mewabah di Tanah Air pada 2020 lalu. Lembaga zakat mengambil peran penting dalam membantu masyarakat. Pada tahun itu, lembaga amil zakat yang tergabung dalam FOZ menyalurkan Rp357 miliar untuk membantu masyarakat terdampak pamdi covid-19.
Baca Juga: FOZ Bakal Gelar Indonesia Giving Fest, Festival Zakat Terbesar di Indonesia
“Kontribusi itu dicatat oleh negara sebagai satu intensitas yang membantu pandemi. Kami juga mengarahkan untuk fokus pada bantuan bantuan covid-19, APD, sembako, pemulasaran jenazah. Itu menjangkau 34 provinsi waktu itu,” kata Agus.
Pada 2021, bantuan diarahkan untuk membantu anak yatim terdampak COVID-19. Itu salah satu misi yang digaungkan kala itu. Pemerintah lalu menggandeng lembaga zakat untuk melindungi perempuan dan anak-anak dari pandemi.
“Kami turun ke lapangan, bareng-bareng, di daerah daerah Indonesia, menjadi mitra strategis untuk memberikan bantuan, ada 80.000 anak yatim yang dicatat. Kami juga diapresiasi atas kontribusi dalam membantu anak yatim dalam membantu 2021,” ucap Agus.
Baca Juga: Kemenko PMK: Pemanfaatan Dana Zakat Harus Ubah Mustahik Jadi Muzakki
Di sisi lain, anggota FOZ memiliki ragam program di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan dakwah. Program ini dikoneksikan dengan indikator yang dibuat oleh Bappenas.
“Jadi, apa yang dilakukan FOZ per-2021 sudah tercatat di Bappenas untuk mencapai pembangunan Indonesia. Itu banyak sekali contoh-contoh lembaga zakat," tutur Agus.
(jqf)