Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 10 Februari 2026
home masjid detail berita

Perisai Minoritas Muslim: Alasan Qardhawi Izinkan Zakat untuk Konstruksi

miftah yusufpati Senin, 12 Januari 2026 - 04:15 WIB
Perisai Minoritas Muslim: Alasan Qardhawi Izinkan Zakat untuk Konstruksi
Yusuf Qardhawi menegaskan zakat sah digunakan sebagai modal jihad lisan dan dakwah. Ilustrasi: AI

LANGIT7.ID- Bagi kaum muslim yang bermukim di Thousand Oaks, Amerika Serikat, atau kota-kota lain di belahan bumi Barat, sebuah Islamic Center bukanlah sekadar ornamen kota. Ia adalah oase, sekolah, sekaligus benteng pertahanan terakhir bagi identitas keislaman anak-cucu mereka.

Namun, membangun megastruktur semacam itu di tanah asing membutuhkan dana yang tak sedikit. Sebuah dilema besar pun muncul ke permukaan: bolehkah dana zakat, yang secara tradisional dipahami untuk fakir miskin, dialihkan untuk semen dan batu bata pusat kegiatan Islam?

Syaikh Yusuf Qardhawi, ulama terkemuka asal Mesir, menanggapi kegelisahan ini melalui karyanya, Fatwa-fatwa Kontemporer. Inti dari persoalannya terletak pada tafsir asnaf kedelapan dalam surat At-Taubah ayat 60, yaitu fi sabilillah (di jalan Allah). Selama berabad-abad, jumhur ulama menyempitkan makna ini hanya untuk jihad bersenjata. Namun, Qardhawi melihat realitas zaman telah bergeser. Musuh yang dihadapi umat Islam saat ini bukan lagi sekadar pedang, melainkan perang pemikiran yang sistematis.

Dalam perspektif Qardhawi, membangun Islamic Center merupakan salah satu bentuk jihad Islam yang paling mendesak di abad ini. Ini adalah jihad dengan lisan, tulisan, dakwah, dan pendidikan.

Menurutnya, sebagaimana orang yang berperang untuk menjunjung tinggi kalimat Allah dinilai sebagai berjuang fi sabilillah, maka mereka yang mendirikan pusat pendidikan untuk menjaga akidah umat dari serangan sekularisme dan kristenisasi juga berhak atas dana zakat.

Qardhawi menunjuk kondisi khusus di Thousand Oaks sebagai pembenaran atas ijtihadnya. Di sana, kaum muslim tidak hanya berhadapan dengan budaya luar, tetapi juga serangan dari dalam berupa gerakan sesat Rasyad Khalifah yang mengingkari hadis dan sebagian ayat Al-Quran. Baginya, kehadiran markas kebenaran untuk memerangi kebatilan adalah kebutuhan darurat (dharuri). Islamic Center bertransformasi menjadi markas perjuangan yang strategis untuk meluruskan pemahaman agama.

Argumen ini didukung oleh pendapat sebagian ulama yang lebih luas, yang memasukkan segala bentuk ketaatan atau kemaslahatan umum dalam kategori fi sabilillah. Namun, Qardhawi memberikan penekanan khusus pada wilayah di mana keberadaan muslim terancam atau menjadi minoritas.

Di negara-negara Barat, kemampuan finansial kaum muslim terbatas untuk mengimbangi gerakan lain yang didukung dana besar. Maka, zakat menjadi instrumen penyelamat yang sah secara syar'i.

Ketegasan Qardhawi ini sejalan dengan kerangka kerja organisasi besar di Amerika Utara seperti ISNA (Islamic Society of North America) dan NAIT (North American Islamic Trust). Mereka membutuhkan landasan fikih yang kuat untuk meyakinkan para donatur bahwa zakat yang mereka berikan tidak menyimpang dari tujuan aslinya, yakni memenangkan agama Allah di muka bumi.

Dengan demikian, menyalurkan zakat untuk Islamic Center bukan berarti mengabaikan orang fakir. Sebaliknya, ia sedang memberi makan ruhani dan menjaga keselamatan iman sebuah generasi. Qardhawi menutup fatwanya dengan pengingat dari surat Muhammad ayat 38: Allah tidak membutuhkan harta kita, kitalah yang membutuhkan pahala dari-Nya. Membangun benteng iman di tengah kepungan ideologi asing adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh tertunda hanya karena kekakuan tafsir yang ahistoris.

Setiap bata yang tersusun dari uang zakat di Thousand Oaks bukan sekadar materi bangunan, melainkan representasi dari jihad peradaban yang sedang berlangsung di tanah Barat.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 10 Februari 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
12:10
Ashar
15:26
Maghrib
18:20
Isya
19:31
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan