LANGIT7.ID, Bandung - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
Mahfud MD menilai kebebasan pers di Indonesia sudah cukup baik. Indeks Kebebasan Pers (IKP) Indonesia tahun 2022 oleh Dewan Pers mencatat adanya kenaikan.
Mahfud menjelaskan, selama lima tahun, terhitung sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, IKP secara nasional naik. IKP tahun 2022 ini mencapai 77,88 persen, naik 1,86 poin dari IKP tahun sebelumnya 2021.
Presentase itu menandakan pers nasional berada dalam kondisi “Cukup Bebas”, kata Mahfud, untuk menyampaikan berita dan informasi kepada publik. “Bagi kami di pemerintahan, hal ini tentu menggembirakan dan harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.”
Demikian Mahfud saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi Anugerah Dewan Pers, bertema "Jurnalisme Berkualitas untuk Peradaban Bangsa” yang berlangsung di Bandung, Senin (12/12/2022).
Baca juga: Respons Bamsoet, Syarief Hasan: Tak Ada Alasan Menunda Pemilu 2024Pers bagi Mahfud MD, memiliki kedudukan sangat penting dan dibutuhkan dalam menjalankan berbagai tugas sebagai pejabat negara.
"Berbagai hal yang diberitakan, disuarakan, atau dikritik oleh pers, bukan hanya menjadi masukan, tapi menjadi modal atau amunisi bagi saya untuk disampaikan pada rapat-rapat yang berlangsung baik di sidang kabinet, maupun di rapat tingkat menteri atau pejabat utama di kementerian dan lembaga," papar Mahfud.
Mahfud mencontohkan sejumlah kasus yang berhasil ia dorong di pemerintahan atas peran media dan insan pers. Misalnya, kasus amnesti dari presiden untuk Saiful Mahdi di Aceh, kasus Nurhayati si pelapor korupsi di Cirebon yang tersangka lalu dibebaskan, kasus AKBP Brotoseno yang kemudian dipecat dari Polri, kasus Sambo, dan beberapa kasus yang menjadi sorotan publik.
Baca juga: PKS Jateng Serahkan Bantuan Rp100 Juta untuk Korban Gempa Cianjur Pada momen Anugerah Dewan Pers ini, Mahfud MD berpesan, wartawan sejatinya berkarya, bukan semata bekerja. Dengan berkarya, ada pesan moral yang ingin disampaikan.
"Karya menandakan ada nilai yang ingin dicapai, ada pesan moral yang ingin disampaikan. Ini sesuai dengan tema diskusi hari ini, 'Jurnalisme Berkualitas bagi Peradaban Bangsa,' yang juga tema sentral Anugerah Dewan Pers tahun ini," tambah Mahfud.
(sof)