LANGIT7.ID, Jakarta - Badai
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terus berlanjut menerjang perusahaan digital. Kali ini, giliran JD.ID mengumumkan PHK terhadap 200 karyawannya.
Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID, Setya Yudha mengatakan, saat ini manajemen menyatakan perusahaan berupaya melakukan efisiensi terkait tantangan
perubahan bisnis pascapandemi.
"Langkah adaptasi perlu diambil perusahaan untuk menjawab tantangan perubahan bisnis yang sungguh cepat belakangan. Salah satu langkah yang diambil manajemen adalah melakukan perampingan agar perusahaan dapat terus bergerak menyesuaikan dengan perubahan," ucap Setya dalam keterangan tertulis yang diterima
Langit7.id, Rabu (14/12/2022).
Baca Juga: Badai PHK Landa Startup, Legislator Minta Kemnaker BertindakMenurut Setya, ada beberapa faktor yang membuat JD.ID harus mengambil keputusan itu. Tantangan kenaikan suku bunga acuan bank sentral dan masalah geopolitik Rusia-Ukraina masih membayangi bisnis
start-up dan e-commerce, termasuk JD.ID.
Meski demikian, Setya menegaskan pihaknya akan memberikan dukungan kepada 30 persen karyawannya yang terdampak PHK. Dukungan itu berupa asuransi hingga promosi.
"JD.ID berkomitmen terus memberikan dukungan kepada 200-an atau 30 persen karyawan yang terdampak dengan tetap memberikan manfaat asuransi serta
talent promoting. Hak-hak lain juga akan dipenuhi sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," kata Setya.
Baca Juga: Menkominfo Minta Perusahaan Startup Jangan Mudah Berlakukan PHKSeperti diketahui, sudah ada beberapa raksasa teknologi melakukan PHK massal di pengujung 2022. Di Indonesia, GoTo dan Ruangguru juga terdampak dari masalah ekonomi global.
Pada pertengahan November lalu, GoTo PHK 1.300 karyawannya. Sementara itu, ratusan karyawan Ruangguru juga terdampak PHK massal ini.
(gar)