Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

7 Efek Buruk bila Membenci Pekerjaan, Niatkan karena Allah SWT

mahmuda attar hussein Jum'at, 16 Desember 2022 - 10:50 WIB
7 Efek Buruk bila Membenci Pekerjaan, Niatkan karena Allah SWT
7 Efek yang Dirasakan Tubuh saat Seseorang Membenci Pekerjaannya. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 7 hal yang akan terjadi pada tubuh saat seseorang membenci pekerjaannya. Solusinya kerjakan segala sesuatunya dengan ikhlas, niat karena Allah Ta'ala.

Habib Abdurrahman Al-Habsyi dalam kajiannya pernah mengatakan, niat karena Allah SWT akan dijamin kebaikan di dunia dan akhirat. Karena berujung pada ridha Sang Khalik.

"Niatkan semua karena Allah, termasuk dalam bekerja. Niat karena Allah," kata Ustadz Rahman sapaan akrabnya dalam kajian virtual diikuti Langit7, dikutip Jumat (16/12/2022).

Pekerjaan yang dilakoni karena pengharapan dunia tidak akan mendapatkan hasil maksimal. Lalu bila ada kendala, akhirnya berujung pada efek buruk.

Baca Juga: UAS: Pekerjaan dengan Niat karena Allah Akan Bernilai Ibadah

Itu sebabnya, banyak orang yang menyalahkan pekerjaannya ketika mereka dilanda stres. Tak jarang orang sampai berobat ke dokter karena sakit yang hulunya akibat pekerjaan.

Setidaknya ada beberapa gangguan kesehatan yang mungkin dialami ketika seseorang mulai membenci pekerjaannya. Melansir Huffpost, berikut ulasannya:

1. Gangguan tidur

Psikolog klinis dari Center for Anxiety and Behavior Change di Maryland, Monique Reynolds menjelaskan, gangguan tidur bisa disebabkan karena stres masalah pekerjaan.

“Orang-orang melaporkan gejala gangguan tidur mereka karena terbangun di tengah malam sambil memikirkan daftar tugas mereka," katanya.

2. Sakit kepala

American Psychological Association mencatat bahwa ketegangan otot akan dialami oleh orang yang membenci pekerjaannya. Bahkan, ketegangan kronis di bagian leher, bahu, dan kepala dapat dikaitkan dengan migrain dan sakit kepala.

"Stres menciptakan gejala fisiologis, dan itu bermanifestasi sebagai rasa sakit," kata Reynolds.

3. Sakit otot

Stres akibat pekerjaan juga berpengaruh pada sistem tubuh sehingga memunculkan adrenalin dan hormon stres lainnya. Dalam hal ini sistem saraf yang terganggu menciptakan sebuah kegelisahan.

"Perihal ini bisa dipengaruhi oleh reaksi terhadap bos atau rekan kerja yang tidak menyenangkan," ujarnya.

4. Kesehatan mental

Reynolds mencatat, peningkatan stres dapat memperburuk masalah kesehatan mental. Kekhawatiran berlebih dalam ruang lingkup pekerjaan bisa memperbarui kondisi klinis seseorang.

"Merasa tidak diadili dalam pekerjaan bisa memicu stres. Rasa tidak adil yang menyerang harga diri inilah yang bisa menjadi penyebab masalah kesehatan mental," ujarnya.

5. Lebih rentan sakit

Sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa stres kronis dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh. Sehingga membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit.

6. Kehilangan hasrat seks

The American Psychological Association mencatat, stres atas kewajiban keuangan dan pekerjaan dapat mengurangi hasrat seksual pada wanita. Sementara bagi pria, stres kronis dapat menyebabkan produksi testosteron lebih rendah, sehingga pada akhirnya menyebabkan libido yang lebih rendah.

"Harus ada sejumlah relaksasi untuk memungkinkan perasaan gairah muncul. Selain itu, kesibukan memikirkan pekerjaan juga membuat ketersediaan waktu untuk berhubungan menjadi terganggu," kata Reynolds.

7. Kelelahan

Siklus pekerjaan seringkali menguras tenaga. Rasa kelelahan akan muncul karena rutinitas ini.

"Anda merasa kewalahan, karena bekerja terlalu lama. Begitu juga ketika Anda bekerja terlalu lama, maka Anda akan merasa kewalahan," katanya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)