Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home masjid detail berita
Sarasehan Mualaf

Ustaz Ali Hasan Bahar Ajak Umat Paham Konteks saat Belajar Islam

Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 17 Desember 2022 - 11:56 WIB
Ustaz Ali Hasan Bahar Ajak Umat Paham Konteks saat Belajar Islam
Ustaz Ali Hasan Bahar mengajak umat untuk memahami konteks terlebih saat belajar Islam. Foto: Fifiyanti Abdurahman/Langit7.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Dewan Pakar Pusat Studi Al-Quran, Ustaz Ali Hasan Bahar menyebut banyak orang tidak memahami konteks sehingga terkadang menimbulkan kesalahpahaman. Terkait hal itu, Ustaz Ali mengajak umat untuk memahami konteks terlebih yang bersangkutan dengan agama dan Nabi Muhammad SAW.

"Saya ingin mengajak saudara-saudara memahami konteks agar kita tidak salah paham. Jangan kita berbicara konteks sekarang, kemudian yang mau dijadikan sandaran konteks masa lalu. Saya sering memberikan contoh kalau kita tidak mengaji dengan guru-guru yang memiliki latar belakang agama yang cukup, nanti banyak yang terjebak," ujar Ustaz Ali dalam acara Sarasehan Mualaf batch ke 2 di Masjid Sunda Kelapa, Sabtu (12/12/2022).

Baca juga: Cinta Quran Foundation Gelar Maulid Bertajuk The Last Messenger

Dia pun mencontohkan hadist Rasulullah yang mengatakan makan dengan tiga jari. Namun, hadist tersebut tidak bisa dipraktikkan ketika memakan makanan berkuah seperti rawon, bakso, atau mie ayam.

"Maka itu, jangan diterima mentah-mentah dan tidak belajar sebab efeknya akan berbahaya," tegasnya.

Padahal, tambah Ustaz Ali, saat itu yang dikonsumsi Nabi adalah kurma sehingga sangat cocok hadistnya.

Berkaitan dengan memahami konteks, Rasulullah SAW merupakan nabi yang tidak pandai membaca dan menulis atau istilahnya ummi.

"Kalau Nabi pandai membaca dan menulis, maka mereka akan mengatakan Al-Qur'an adalah hasil yang ia pelajari dari gurunya. Ketika semua mengakui, menyaksikan Nabi SAW tidak pernah menulis dan membaca tapi menyampaikan surat Al-Baqarah, Al-Imran, dan lainnya, luar biasa," katanya.

Baca juga: Kuatkan Iman dan Silaturahmi Antar-Mualaf, Masjid Sunda Kelapa Gelar Sarasehan Mualaf

Namun, dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan, tidak bisa membaca dan menulisnya Nabi Saw harus dipahami konteksnya.

"Jangan lantas mengatakan Nabi bodoh sebab tidak pandai membaca dan menulis. Sebab, Nabi yang tidak pandai membaca dan menulis itu mendapatkan 30 juz," terang Ustaz Ali.

"Sampai detik ini saya berbicara tantangan Alquran untuk siapa yang tidak percaya bahwa Alquran dari Allah silakan kumpulkan bukan hanya manusia tetapi juga jin, kumpulkan untuk membuat Alquran itu tidak ada yang bisa. Alquran pertama redaksi katanya tidak sebanding, susunan katanya tidak sebanding dari yang lainnya," cetusnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan