LANGIT7.ID, Jakarta - Prancis memang tak punya “mesias” seperti Lionel Messi di Argentina, tapi Les Blues memiliki Didier Deschamp dan sederet pemain menonjol lainnya.
Selama satu dekade memimpin, Deschamps terbukti cerdas, pragmatis dan terbuka terhadap perubahan taktis sesuai tuntutan pertandingan.
Dia memiliki skuad berbakat yang dipimpin oleh penyerang Kylian Mbappé, bintang kemenangan Piala Dunia Prancis di Rusia empat tahun lalu.
Setengah dari starting XI yang diboyong tahun lalu masih bermain dalam laga kontra Argentina di Stadion Lusail malam ini (18/12/2022).
Baca juga: Final Piala Dunia: Peluang Argentina Menggulingkan Juara Bertahan Sisanya adalah nasib apes yang membuat Deschamps berpikir keras menambal line-up karena sebagian pemain bintang diterpa cedera. Bahkan, menjelang final Dayot Upamecano dan Adrien Rabiot malah meringkuk karena virus.
Mbappe masih jadi figur kunci agi kemenangan
Tim Ayam Jantan. Performanya yang tangguh adalah ancaman bagi Lionel Messi dan rekan. Dia berada di bawah Messi dalam daftar pencetak gol dan pemberi assist terbanyak (total 7).
Salah satu wajah terobosan yang menentukan dari Mbappe pada turnamen di Rusia 2018 silam adalah kaki yang cepat yang membuat Prancis mendapatkan penalti melawan Argentina di babak 16 besar.
Kecepatannya bak "kilat" seharusnya menguji pertahanan
Argentina. Mbappe telah menjadi mimpi buruk bagi bek Maroko Achraf Dari dan Achraf Hakimi. Kini bek kanan Argentina Molina harus bertugas lebih baik untuk menandai Mbappe.
Mbappe bukan satu-satunya ancaman. Penyerang tengah Olivier Giroud telah menyalip Thierry Henry sebagai pencetak gol terbanyak untuk tim nasional Prancis dengan 4 gol di Qatar.
Dia andalan bagi tim Deschamps dengan kemampuannya untuk menghubungkan permainan dan menciptakan ruang bagi sesama penyerang.
Griezmann kembali sebagai playmaker lini tengah di Piala Dunia kali ini barangkali bisa menyaingi Messi dan Mbappe. Dia menciptakan 11 peluang selama babak penyisihan grup, lebih banyak dari pemain lain.
Kemudian menjalankan paruh pertama pertandingan perempat final melawan Inggris sebelum dianugerahi
man of the match dalam kemenangan atas Maroko di semifinal. Kreativitasnya memberi umpan patut masuk dalam daftar pengawasan.
Baca juga: Ambisi Messi Raih Gelar Pertama dan Jegal PrancisKeberadaan Lionel Messi dan Julián Álvarez yang lincah di lini serangan menjadi tantangan bagi garis pertahanan Prancis. Kuncinya, berpikir jernih dan kaki yang lebih kompeten untuk memutus serangan.
Terakhir dan paling penting, Hugo Lloris adalah alasan mengapa Prancis masih berdiri di final dan kemenangan akan membesarkan hatinya sebagai kapten. Penyelamatannya melawan Inggris dan Maroko adalah bukti bahwa ia adalah kiper yang brilian dan minim kesalahan. Dia adalah sosok inspiratif di Tottenham.
(sof)