LANGIT7.ID - , Jakarta - Mengambil raport menjadi momen yang ditunggu-tunggu para orang tua di akhir semester. Penilaian ini menjadi tolok ukur orang tua melihat perkembangan
intelektual anak di sekolah.
Tak bisa dipungkiri bila setiap orang tua memimpikan nilai bagus dalam raport buah hati. Namun, kehidupan tak berjalan sesuai keinginan,
nilai raport ada yang memuaskan, ada pula yang kurang.
Baca juga: Hanung Bramantyo Terharu, Sang Anak Raih Nilai Sempurna di Pelajaran AgamaUmumnya, reaksi orang tua saat anak mendapatkan nilai jelek akan marah, bahkan hingga menghukum anak. Lantas, tepatkah reaksi demikian? Lalu reaksi seperti apa yang tepat ketika mendapati nilai raport anak jelek?
CEO Rumah Konseling
Muhammad Iqbal mengatakan ketika mendapati nilai raport anak jelek maka reaksi orang tua yang tepat adalah menghargai, sebab hal tersebut merupakan bagian dari usaha dan hasil anak.
Menurut dia, orang tua tidak boleh menekan anak dalam konteks akademik saja. Sejatinya setiap anak tidak semua cocok menjadi profesor, akademisi, ataupun dokter.
"Bisa jadi ada anak yang seniman, olahragawan, anak yang baik dalam bahasa dan lainnya. Jadi ketika kita menemukan nilai raport anak jelek atau buruk maka kita harusnya mengamati, observasi kira-kira potensi apa yang dimiliki anak kita yang bisa kita kembangkan," kata Iqbal kepada Langit7, Selasa (20/12/2022).
Baca juga: Pilih Profesi sesuai Passion, Rencanakan sebelum Lulus Sekolah"Mungkin dia matematikanya 6, tetapi nilai seninya 9 atau nilai sosialnya 9. Jadi harus objektif. Jangan hanya menganggap kecerdasan hanya ada pada matematika dan fisika karena dalam teori multiple intelligences dikatakan kecerdasan itu ada 8 atau bahkan 9," lanjut dia.
Iqbal pun menyarankan orang tua agar dapat memahami kondisi anak. Lebih lanjut, dosen Universitas Paramadina itu mengatakan reaksi emosional seperti marah saat nilai raport jelek dapat berdampak buruk pada anak.
"Anak akan menjadi tertekan, malu minder, dendam. Sesungguhnya raport itu hanya sebuah gambaran umum. Ada kecerdasan yang tidak ada nilainya di raport seperti percaya diri, komunikatif, interpretatif, daya juang, mental tangguh, tahan banting, sabar, dan jujur. Itulah yang membuat dia sukses dan itu tidak ada nilainya di raport," cetus Iqbal.
Baca juga: Co-Parenting, Kolaborasi Pendidikan Antara Rumah dan Sekolah(est)