LANGIT7.ID, Jakarta - Cendekiawan dan Budayawan Muslim,
Emha Ainun Najib menegaskan posisi Maiyah dengan simpul-simpul majelisnya di berbagai daerah adalah penyambung islah rakyat. Islah artinya memperbaiki, mendamaikan, menghilangkan persengketaan.
“Kita ini jangan salah cita-cita juga. Kapan
Maiyah ikut urusan capres dan pemilu, daftar ke Kemendagri (menjadi ormas). Itu tidak akan pernah terjadi,” kata Cak Nun dalam majelis Kenduri Cinta baru-baru ini.
Kenduri Cinta adalah salah satu simpul Maiyah di Jakarta. Hingga saat ini, setidaknya ada 63 titik Simpul Maiyah yang terdata di Koordinator Simpul Maiyah. Kesemuanya tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.
Baca juga: Manfaat Muhasabah: Membersihkan Hati Cak Nun menjelaskan, majelis Maiyah hadir untuk mendorong ketajaman berpikir para jamaahnya. Bagaimana memiliki keluasan cara pandang, sehingga dapat memahami dialektika kehidupan dengan baik dan benar.
“Pokoknya cara memahami kehidupan sedemikian rupa dan itu sifatnya sangat ruhaniah dan sangat intelektual. Tapi dia tidak boleh menjadi administrasi, tidak boleh menjadi identitas,” kata Cak Nun.
Sahabat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu mengajak jamaah Maiyah senantiasa meningkatkan kapasitas diri, minimal untuk memperindah akhlak diri sendiri. Selebihnya, ia berharap
jamaah Maiyah bisa menjadi juru damai.
“Mungkin akan ada periode lagi di mana kita akan menjadi muslihin, orang yang mendamaikan kembali, mempersatukan kembali semua pihak. Makanya Maiyah berpihak kepada semuanya. Paling tidak Anda mempunyai jiwa muslih, saleh bukan sekadar baik tapi juga memperbaiki keadaan,” jelas
Cak Nun.Baca juga: Niatkan Ibadah Ikhlas karena Allah Buka Pintu Rezeki Melimpah Firman Allah dalam Surat Al-Anfal ayat 1:
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖوَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗٓ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ Artinya: M
aka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman.”(sof)