LANGIT7.ID, Jakarta -
Remote working atau pekerjaan remote telah menjadi tren di kalangan karyawan. Sistem ini mulai gencar dilakukan tepatnya saat pandemi Covid-19 mulai merebak.
Pekerjaan remote merupakan model kerja jarak jauh di mana para karyawannya memperoleh
fleksibilitas bekerja dalam hal tempat dan waktu. Sehingga para pekerja tidak diwajibkan datang ke kantor untuk absensi maupun menyelesaikan tugas.
Bahkan pekerjaan remote tidak hanya diterapkan di perusahaan swasta, tapi juga bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kementerian maupun lembaga.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut model pekerjaan ini dengan flexible working space (FWS). Istilah itu merujuk pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 302/KMK.01/2019 tentang Implementasi Inisiatif Strategis Program Reformasi Birokrasi dan Transformasi Kelembagaan Kementerian Keuangan.
Baca Juga: Sistem Remote Working Makin Dilirik, Apa Manfaat dan Kendalanya?Sri Mulyani berharap konsep FWS ini dapat diterapkan di lingkungan Kementerian Keuangan. Tujuannya untuk mewujudkan budaya kerja yang adaptif, berbasis digital dan berintegritas guna meningkatkan produktivitas dan kinerja.
"Keberadaan Covid-19 memberikan banyak pelajaran baru. Kita dipaksa untuk berubah dan beradaptasi dengan cepat. Perubahan ini juga telah mendorong kita untuk melakukan suatu terobosan penting tentang cara kita bekerja ke depannya, yaitu dengan memberlakukan FWS sebagai new normal setelah pandemi ini berakhir," kata Sri Mulyani dikutip Jumat (23/12/2022).
Adapun konsep FWS ini mirip dengan work from home (WFH), sebagai new normal di Kementerian Keuangan pasca pandemi Covid-19. Penerapan skema kerja FWS diyakini bisa meningkatkan kinerja ASN di tubuh Kementerian Keuangan.
Remote Working Jadi TrenMengutip Pusat Riset Masyarakat dan Budaya-Badan Riset dan Inovasi Nasional (PMB-BRIN), survei pada 2020 yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementerian Ketenagakerjaan, dan Universitas Indonesia, menunjukkan bahwa sebanyak 78 persen pekerja tetap bekerja dengan produktif meskipun dilakukan dari rumah (WFH).
Baca Juga: Pola Hybrid Akan Jadi Tren Kerja Karyawan di Tahun 2023Di tahun 2020, sebuah survei yang dilakukan oleh Forum Ekonomi Dunia (WEF) dan Ipsos terkait teleworking, menunjukan rata-rata 52 persen responden secara global bekerja dari rumah.
Dengan negara paling tinggi melakukan WFH adalah Kolombia sebesar 74 persen. Tingginya angka ini disebabkan olah pandemi Covid-19 yang memaksa pekerja dan pemberi kerja untuk membuat mekanisme teleworking di sebagian besar sektor dan jenis pekerjaan.
Efek pandemi yang cukup panjang juga membuat beberapa perusahaan mengizinkan pekerjanya untuk tetap melakukan pekerjaan dari rumah, meskipun pandemi telah berakhir.
Perusahaan layanan media sosial seperti Twitter dan perusahaan piranti lunak TeamViewer sempat mengizinkan pekerjanya untuk WFH sekalipun pandemi telah berlalu.
Dalam perkembangannya nanti, masih menukil PMB-BRIN, pekerja mungkin akan diperbolehkan untuk bekerja secara hybrid. Ada saatnya pekerja dapat bekerja di kantor, di rumah atau pun di tempat lain selama dapat menyelesaikan tugas pekerjaan dengan baik.
Remomendasi Pekerjaan RemoteSetidaknya, ada 5 rekomendasi pekerjaan remote yang diperkirakan bakal menjadi tren pada tahun 2023. Melansir Oberlo, berikut daftarnya:
1. PenerjemahInternet yang menghubungkan aktivitas banyak orang juga mempengaruhi dunia bisnis. Posisi penerjemah kian menjadi tren dalam hal ini.
Penerjemah berperan dalam menjembatani kesenjangan komunikasi. Penerjemah dapat bekerja dalam peran berbeda, seperti menguji situs web, menerjemahkan dokumen, atau mengoreksi.
Pekerjaan remote ini mengharuskan Sahabat untuk menguasai setidaknya dua bahasa. Bahkan bila memiliki penguasaan lebih banyak bahasa, peluang Sahabat untuk menjadi penerjemah semakin besar.
2. DesainerKeterampilan seorang desainer cukup banyak diinginkan banyak perusahaan. Ada banyak jenis pekerjaan desainer, di antaranya desain grafis, desain UX, dan UI, serta lainnya.
Pekerjaan seorang desainer situ web memang cukup menyulitkan. Namun pekerjaan ini tidak mengenal ruang dan waktu, yang artinya bisa dikerjakan di mana pun dan kapan pun.
3. PenulisPenulis sangat terbantu di era digitalisasi ini. Mereka mendapatkan kemudahan dalam riset dan metode pengumpulan informasi.
Penulis bisa bekerja di mana pun (WFA). Itu karena mereka dapat mengirimkan tulisannya kepada editor atau langsung mengisi situs web dengan bantuan internet.
4. Manajer media sosialSekarang zamannya media sosial, kehidupan masyarakat tak bisa lepas dari ragam informasi yang tersebar di media sosial.
Manajer media sosial adalah mereka yang bertugas dalam menjadwalkan konten di platform media sosial tertentu. Selain itu, pekerjaan ini juga bisa dilakukan secara remote tanpa harus datang ke kantor.
5. Pemasaran onlinePemasaran atau jualan online juga menjadi pekerjaan idaman. Pasalnya pekerjaan ini tidak menuntut pekerjanya untuk hadir di kantor.
Namun, pekerjaan ini membutuhkan keterampilan berjualan. Tujuannya untuk memenuhi target jualan agar produk bisa laris manis dan omzet bisnis meningkat.
Adapun bagian tugas pemasaran online ini mulai dari pengoptimalan mesin telusur (SEO), pemasaran mesin telusur (SEM), pemasaran afiliasi, pemasaran konten, hingga pemasaran email.
(bal)