LANGIT7.ID, - Jakarta - Liburan adalah kegiatan yang dilakukan untuk melepas penat dari aktivitas harian. Bagi pelajar, libur sekolah menjadi hak yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (
Kemendikbud) dan Kementerian Agama (
Kemenag) di tengah juga akhir semester.
Penulis dan influencer Ustaz Amar Ar-Risalah berlibur atau
liburan dalam Islam boleh dilakukan, hanya ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan.
Baca juga: Mengintip Kawasan Wisata Halal di Kota ItaewonAturan pertama, kata Amar, menjauhi tempat yang mengandung kemunkaran atau melanggar syariat Islam. Kemudian menghindari tempat yang diketahui memungkinkan untuk memperlihatkan aurat.
"Kecuali pantai yang memang umumnya orang di sana tidak membuka aurat, itu boleh-boleh saja. Atau misal kita sengaja berlibur ke hotel atau ke bar yang jelas di sana ada minuman keras, itu juga tidak boleh," ujar Ustaz Amar kepada Langit7, Senin (26/12/2022).
Selanjutnya Ustaz Amar mengatakan sebaiknya berlibur dengan mahram. Sebab, bila liburan dilakukan dengan bukan mahram dikhawatirkan dapat terjadi ikhtilat atau interaksi antar lawan jenis.
"Misalnya berdua-duaan naik motor touring jauh atau sengaja naik gunung pada saat musimnya kurang baik, meskipun ada mahramnya atau ada orang yang sama jenis di sana akan tetapi jelas akan mudah sekali terjadi ikhtilat," katanya.
Baca juga: Tokoh Betawi: Jakarta Layak jadi Pusat Wisata Halal IndonesiaSetelah itu, Ustaz Amar menganjurkan untuk tidak berlebih-lebihan atau boros dalam perjalanan. Dan tidak melakukan sesuatu yang kira-kira bisa melanggar syariat Islam.
"Diperhatikan penjagaan salat qasarnya, jaraknya bagaimana kemudian waktu kepulangannya diperhatikan," cetus penulis novel Karena Menikah Tak Sebercanda Itu.
(est)