Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 05 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Menyikapi Kegagalan dengan Evaluasi Diri

Fifiyanti Abdurahman Selasa, 27 Desember 2022 - 09:01 WIB
Menyikapi Kegagalan dengan Evaluasi Diri
Ilustrasi. Foto: iStock.
LANGIT7.ID, - Jakarta - Pengalaman mengalami kegagalan dapat menciptakan perasaan yang tidak nyaman. Umumnya perasaan yang muncul seperti rasa kecewa, marah, penyesalan, juga rasa malu.

Psikolog Teman Baik, Yustisia Anugrah Septiani mengatakan kegagalan bukan sebuah masalah asalkan tahu makna dan tujuan melakukan sesuatu tersebut.

Baca juga: Fakhri Husaini: Keluar AFF bukan Cara Bijak Menerima Kegagalan

"Otak kita itu membentuk gagasan bahwa menyerah itu sesuatu yang buruk dan sulit diterima. Sulit diterima ini yang akhirnya memunculkan emosi marah, malu dan kecewa. Sebenarnya yang membuat kita tidak nyaman ya emosi ini. Sebenarnya ini bisa di atasi dengan tahu mengelola emosi, salah satunya terima saja. Hadirkan emosi itu," ujar Yustisia dalam acara bertajuk "Tahu Kapan Saatnya Berhenti", Senin (26/12/2022).

Setiap manusia memiliki naluri untuk mengembangkan diri, akan tetapi ada tujuan yang membuatnya mengeluarkan lebih banyak energi, waktu dan uang.

"Tiga hal ini yang menjadi indikator pokok seberapa siap kita bisa mengeluarkan uang. Misal mau daftar beasiswa. Meski beasiswa tetapi proses untuk mendapatkannya butuh modal. Kemudian, seberapa siap kita mau mengeluarkan energi, kalau yang sudah bekerja dari pagi sampai sore maka sisa-sisa energinya masih kuat enggak mempersiapkan dokumen. Lalu, seberapa siap kita mau dan melewati sulit dan menyakitkan," katanya.

Yustisia menyarankan untuk bertanya pada diri sendiri terkait peran-perannya di rumah, kantor, dan lainnya sebelum memutuskan untuk berhenti atau pun lanjut.

Baca juga: Nikmati Kegagalan, Malah Sukses Kembangkan Bisnis Pertanian

Hal terpenting, menurut Yustisia, saat mengalami kegagalan adalah mengevaluasi diri dan menyikapinya dengan bijak.

"Setelah menerima baru kita merefleksikan diri misal 'Kemarin ujian ku gagal mungkin cara belajar ku yang tidak benar.' Jadi kita perlu mengevaluasi lagi. Akhirnya ketika kita mau berhenti, kita benar-benar mengatakan dengan sadar bukan karena rasa emosi marah maupun kecewa yang masih tinggi," cetusnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 05 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)