LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berbenah demi meningkatkan pendapatan negara di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Kali ini, Kemenparekraf mengeluarkan terobosan baru di sektor pariwisata yang disebut wisata halal.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, Indonesia memiliki destinasi ramah muslim yang patut dikembangkan. Apalagi, kata dia, Indonesia menjadi destinasi wisata halal terbaik di dunia versi Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019. Indonesia menggeser posisi Malaysia yang menempati peringkat pertama pada tahun sebelumnya.
Menurutnya, pariwisata ramah muslim yang fokus untuk dikembangkan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengacu pada konteks seperangkat layanan tambahan. Seperti daya tarik pariwisata dan aksesibilitas di sebuah destinasi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan muslim.
"Guna mewujudkan Indonesia sebagai Indonesia ramah muslim, Kemenparekraf terus meningkatkan kualitas dengan menerapkan strategi inovasi, adaptasi, dan kolaborasi," kata Sandiaga Uno dikutip dari
chanel YouTube, Salman TV, Selasa (15/6/2021).
Sandiaga menyebutkan, strategi tersebut akan diterapkan memanfaatkan teknologi digital, memanfaatkan Internet of Things (ToT), serta machine learning (ML). "Sehingga kita bisa memiliki strategi yang akurat tervalidasi dan terverifikasi, " ucapnya.
Makanan HalalUpaya Kemenparekraf tersebut mulai mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya Bali dengan daerah mayoritas berpenduduk non-muslim mulai melakukan pembenahan.
Di mana, Bali yang terkenal dengan destinasi alam dan budayanya tersebut mulai ramah dengan muslim. Sejumlah restoran di Bali telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), meski masih terbatas. Maka dari itu, bagi wisatawan muslim tak perlu khawatir mencari tempat kuliner bersertifikat halal di Bali.
Berikut nama kuliner dan alamatnya1. Bebek BengilRumah makan yang menyajikan bebek bengil berlokasi di Jalan Hanoman, Padang Tegal, Ubud,Bali. Kabarnya rumah makan ini menjadi favorit bagi pejabat dan artis. Bahkan, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri pernah makan di sini. Rumah makan ramah muslim ini berdiri sejak tahun 1990, restoran ini menyajikan berbagai menu masakan di Indonesia. Selain itu, pengunjung dimanjakan dengan pemandangan yang indah ketika bertandang ke sini.
2. Nasi Ayam Ibu Oki Rumah makan Nasi Ayam Ibu Oki tersebar di pulau dewata Bali. Berada di kawasan Nusa Dua, Kuta, dan Jimbaran. Adapun menu andalan rumah makan muslim ini, antaranya, nasi campur dengan lauk ayam goreng, ayam sisit, ayam betutu, sate lilit, telur dan sayuran.
3. Menega Cafe JimbaranMenega Cafe berada di Jalan Four Seasons Muaya Beach, Jimbaran. Rumah makan ini menyajikan menu makanan laut. Jika makan di tempat ini di sore hari, pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari terbenam.
4. Ayam Betutu Men TempehKalau ke Bali via jalur darat, maka sempatkan mencicipi menu Ayam Betutu Men Tempeh. Ayam betutu di sini jadi menu andalannya yang terkenal nikmat di kalangan wisatawan. Lokasinya dekat dengan Pelabuhan Gilimanuk, tepatnya di Terminal Lama, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.
5. Warung Mak BengBeroperasi sejak 1941, Warung Mak Beng begitu laris dan tentu ramah muslim. Warung Mak Beng hanya menyediakan satu menu paket makanan. Warung Mak Beng hanya menyajikan sepaket nasi putih, ikan goreng, sup kepala ikan, dan sambal. Ada dua cabang, di Sanur dan Ubud.
6. Bebek Tepi SawahPresiden Indonesia Joko Widodo beserta keluarga pernah bertandang ke rumah makan yang menyajikan Bebek Tepi Sawah di daerah Kuta, Nusa Dua, dan Tuban.
(asf)