LANGIT7.ID, Jakarta - Allah mengecam orang munafik yang karakteristiknya adalah tidak memahami al-Qur'an, senantiasa membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan silaturahim. Orang munafik tidak mau memperhatikan petunjuk Al-Qur’an, atau tidak memahaminya, karena hati mereka telah terkunci.
Firman Allah dalam
Surat Muhammad ayat 24:
اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ اَمْ عَلٰى قُلُوْبٍ اَقْفَالُهَا Terjemah :
Tidakkah mereka merenungkan Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci? Menurut Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah, ayat tersebut berisi kecaman kepada mereka yang berpaling dari tuntunan agama. Juga terhadap mereka yang melakukan perusakan di bumi dan memutuskan hubungan shilaturrahim yang berkaitan dengan ayat sebelumnya.
Baca juga: Kajian Ba'da Dzuhur: Kebingungan Umat Manusia di Hari Kiamat Surat Muhammad ayat 21:
فَهَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ تَوَلَّيْتُمْ اَنْ تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَتُقَطِّعُوْٓا اَرْحَامَكُمْ Terjemah :
Apakah seandainya berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaanmu? Ibn ‘Asyur memahami ayat 24 di atas dalam konteks orang
munafik yang mengamati majelis Rasulullah. Bukankah sebaiknya mereka memperhatikan al-Qur’an dan bukannya menyibukkan diri di Majelis Nabi untuk mengamat-amati keadaan kaum mukmin?
Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah menjelaskan mengenai makna اَمْ (am), yakni mereka orang munafik bukan sekadar tidak memperhatikan Al-Qur’an, tetapi pada dasarnya hati mereka sedang terkunci. Bisa juga dipahami sebagai perpindahan dari satu kecaman, yakni tidak memperhatikan Al-Qur’an, ke kecaman yang lain, yakni hati mereka terkunci.
Kata aqfal adalah bentuk jamak dari kata qufl yakni kunci. Hati atau pikiran yang tidak memahami atau enggan menerima sesuatu diibaratkan dengan wadah atau kotak yang terkunci.
Baca juga: Tafsir Ar-Rahman 13 yang Sering Disebut Komentator Piala AFF 2022 Penisbahan kata aqfal kepada qulub/hati untuk mengisyaratkan bahwa kunci-kunci tersebut adalah kunci-kunci yang sesuai dengan masing-masing hati, dan terus-menerus berada di sana.
Pakar tasawuf Al-Qusyairi menyatakan bahwa pintu kalau tertutup, maka sebagaimana tidak ada sesuatu yang dapat masuk, tidak Juga yang berada di dalamnya dapat keluar. Dengan demikian tidak kekufuran mereka keluar, tidak juga keimanan dapat masuk.
(sof)