Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 18 Oktober 2026
home masjid detail berita

Tafsir Surat Muhammad Ayat 24: Bahaya Hati yang Terkunci dalam Kemunafikan

fajar adhitya Selasa, 03 Januari 2023 - 20:00 WIB
Tafsir Surat Muhammad Ayat 24: Bahaya Hati yang Terkunci dalam Kemunafikan
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Allah mengecam orang munafik yang karakteristiknya adalah tidak memahami al-Qur'an, senantiasa membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan silaturahim. Orang munafik tidak mau memperhatikan petunjuk Al-Qur’an, atau tidak memahaminya, karena hati mereka telah terkunci.

Firman Allah dalam Surat Muhammad ayat 24:

اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ اَمْ عَلٰى قُلُوْبٍ اَقْفَالُهَا

Terjemah : Tidakkah mereka merenungkan Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci?

Menurut Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah, ayat tersebut berisi kecaman kepada mereka yang berpaling dari tuntunan agama. Juga terhadap mereka yang melakukan perusakan di bumi dan memutuskan hubungan shilaturrahim yang berkaitan dengan ayat sebelumnya.

Baca juga: Kajian Ba'da Dzuhur: Kebingungan Umat Manusia di Hari Kiamat

Surat Muhammad ayat 21:

فَهَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ تَوَلَّيْتُمْ اَنْ تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَتُقَطِّعُوْٓا اَرْحَامَكُمْ

Terjemah : Apakah seandainya berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaanmu?

Ibn ‘Asyur memahami ayat 24 di atas dalam konteks orang munafik yang mengamati majelis Rasulullah. Bukankah sebaiknya mereka memperhatikan al-Qur’an dan bukannya menyibukkan diri di Majelis Nabi untuk mengamat-amati keadaan kaum mukmin?

Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah menjelaskan mengenai makna اَمْ (am), yakni mereka orang munafik bukan sekadar tidak memperhatikan Al-Qur’an, tetapi pada dasarnya hati mereka sedang terkunci. Bisa juga dipahami sebagai perpindahan dari satu kecaman, yakni tidak memperhatikan Al-Qur’an, ke kecaman yang lain, yakni hati mereka terkunci.

Kata aqfal adalah bentuk jamak dari kata qufl yakni kunci. Hati atau pikiran yang tidak memahami atau enggan menerima sesuatu diibaratkan dengan wadah atau kotak yang terkunci.

Baca juga: Tafsir Ar-Rahman 13 yang Sering Disebut Komentator Piala AFF 2022

Penisbahan kata aqfal kepada qulub/hati untuk mengisyaratkan bahwa kunci-kunci tersebut adalah kunci-kunci yang sesuai dengan masing-masing hati, dan terus-menerus berada di sana.

Pakar tasawuf Al-Qusyairi menyatakan bahwa pintu kalau tertutup, maka sebagaimana tidak ada sesuatu yang dapat masuk, tidak Juga yang berada di dalamnya dapat keluar. Dengan demikian tidak kekufuran mereka keluar, tidak juga keimanan dapat masuk.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 18 Oktober 2026
Imsak
04:04
Shubuh
04:14
Dhuhur
11:41
Ashar
14:48
Maghrib
17:49
Isya
18:58
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan