LANGIT7.ID, Jakarta - Edukasi keuangan dan akuntansi menjadi bagian penting dalam dunia kerja. Tidak hanya dalam bisnis, keuangan dan akuntansi juga melekat pada kegiatan sehari-hari setiap orang.
Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti menyebutkan, pembelajaran kedua hal tersebut menjadi penting pula untuk dihadirkan dalam dunia pendidikan. Untuk itu, ia mendorong adanya pembelajaran terkait keuangan dan akuntansi bisa menjadi bidang ilmu dasar yang ada dalam dunia dunia pendidikan.
“Bidang ilmu apa pun yang ditempuh di akademisi, mereka harus diberi setidaknya enam bulan untuk dasar keuangan dan akuntansi. Sebab hal ini berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, di mana ada pajak, pengeluaran dan pendapatan. Sehingga pengelolaan keuangan dan akuntansi ini sebenarnya menjadi bagian dari kehidupan terlepas apa pun pekerjaannya,” ujarnya dalam Webinar Perempuan dan Pengelolaan UMKM, Minggu kemarin (22/8).
Baca juga: Susi Pudjiastuti: Perempuan Lebih Potensial Kembangkan Inovasi dan Kreasi UMKMSelain itu, kesempatan di situasi pandemi Covid-19 ini juga menjadi momentum peralihan pelaku UMKM dalam menggunakan tren digital, termasuk pelaku usaha wanita. UMKM sangat tahan terhadap krisis kesehatan dan ekonomi, bisa menjadi pemicu agar pertumbuhannya juga bisa semakin pesat.
Apalagi, lanjut Susi, barang impor saat ini cukup sulit didapat akibat pandemi, jika bisa diakselerasi antara permintaan domestik yang didukung dengan penawaran barang domestik pula akan menjadi peluang yang cukup baik dalam perekonomian nasional.
“Kesempatan ini bisa menghidupkan UMKM lokal. Berbicara perempuan, saya yakin kuantitas dan statistik kesuksesannya akan lebih tinggi. Pengalaman saya mengelola perusahaan dulu, saya selalu berorientasi pada pembiayaan dan pendapatan. Dua hal ini menjadi fokus utama dalam melakukan sebuah bisnis,” ujarnya.
Baca juga: Bermodal Rp50 Ribu, Mahasiswa Ini Miliki Omzet Jutaan dari Bisnis Hasil LautUMKM yang bisa dikatakan perusahaan keluarga, perlu kehati-hatian dalam hal pengelolaan dana usaha. Susi mengimbau, untuk pengelolaan dana, pemilik usaha perlu merekrut satu orang karyawan yang secara khusus mengatur dan mengelola keuangan.
“Jadi kita tidak merasa seenaknya untuk menggunakan uang tersebut. Saya dari usaha kecil pun sudah tidak pernah pegang uang sendiri dan selalu ada kasir. Kalau ada apa-apa saya minta dan selalu tanda tangan. Inilah yang menjadi kelemahan UMKM, karena dikelola sendiri atau pun keluarga, pemakaian keuangan menjadi tidak sesuai dengan prosedur bisnis yang seharusnya. Sehingga akhirnya, uang untuk investasi menjadi habis begitu saja,” imbuhnya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, maka perlu adanya pengetahuan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan dalam bidang usaha. Sehingga dana yang ada, dapat dikelola sesuai kebutuhan dan manfaatnya untuk perkembangan usaha yang dijalankan.
(zul)