LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang muslim sudah semestinya bisa meredam
rasa marah dengan cara-cara Islami. Hal ini diajarkan Nabi SAW agar bisa diamalkan umat Islam di kala emosi.
Ketua Umum PP Muhammadiyah,
Haedar Nashir mengatakan, di antara ciri orang bertaqwa yaitu walkaziminal ghaiz atau mampu menahan marah.
Kata-kata walkaziminal ghaiz tertuang dalam surat Ali Imran ayat 134 yang menyoal ciri-ciri
orang bertakwa.
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَLatin: Allażīna yunfiqụna fis-sarrā`i waḍ-ḍarrā`i wal-kāẓimīnal-gaiẓa wal-'āfīna 'anin-nās, wallāhu yuḥibbul-muḥsinīnArtinya: (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan).
Baca Juga: Ustaz Khalid: Seorang Muslim Tidak Boleh Marah Lebih dari 3 Hari"Marah itu manusiawi apalagi jika hak kita diganggu atau direndahkan," kata Haedar Nashir melansir laman Muhammadiyah dikutip Jumat (6/1/2023).
Namun ada tips bagi orang-orang yang sedang marah. Langkah-langkah ini diajarkan Nabi SAW untuk bisa diamalkan kaum muslimin.
"Maka kalau orang Islam marah, kalau dia berdiri harus duduk. Kenapa? Karena kalau berdiri bisa apa saja. Di saat duduk masih marah, berbaring tapi kalau berbaring masih marah, ambil air wudhu," ujarnya.
"Karena setan itu bersama denyut peredaran darah. Kalau sudah wudhu masih marah, sholat. Dan kalau masih marah, kebangetan. Harus ada turun tensi marah. Itulah iman," katanya.
(bal)