LANGIT7.ID - , Jakarta -
Rasa bersalah merupakan perasaan yang muncul ketika telah melakukan sebuah kesalahan. Setiap manusia tentu pernah mengalaminya, sebab tidak ada manusia yang sempurna.
Namun, setiap orang punya cara tersendiri dalam mengatasi rasa tersebut. Bagi seorang Muslim, menghilangkan rasa bersalah tidak bisa dilakukan secara sembarangan sebab Islam merupakan agama yang penuh kaidah. Karenanya, menghilangkan rasa bersalah juga harus berdasarkan kaidah Islam.
Baca juga: Jangan Lupa Baca Tasbih dan Sayyidul Istighfar di Pagi HariLantas, bagaimana cara menghilangkan rasa bersalah yang sesuai kaidah Islam?
Motivator Muslim Indonesia, Kiki F Wijaya mengatakan ada tiga cara untuk menghilangkan rasa bersalah sesuai kaidah Islam, yakni sesal,
istighfar, dan tidak mengulangi.
Menurut dia, cara menghilangkan rasa bersalah yang pertama yaitu sesal. Di mana rasa bersalah itu diwujudkan dalam bentuk penyesalan atas alasan penyebabnya.
Lalu, rasa sesal itu kemudian diikuti dengan beristighfar kepada Allah SWT. Kiki menyarankan untuk membiasakan membaca
sayyidul istighfar usai salat Maghrib dan Subuh.
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Artinya: "Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada- Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu tunjukan. Aku mengakui dosaku. Maka ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau." (HR.Bukhari).
Baca juga: Amalkan Sayyidul Istighfar, InsyaAllah Dapat Jaminan Masuk Surga"Itu juga bagian dari bentuk sesal kita kepada Allah SWT. Jadi tobat itu tidak cukup di hati tetapi diungkapkan. Karena ketika kita mengungkapkan itu Allah SWT sangat senang dan rindu dengan bentuk pengakuan kita," ujar Kiki ketika menjawab pertanyaan Langit7 dalam diskusi Jangan Kehilangan Rasa Bersalah, Senin (9/1/2022).
Kiki menjelaskan keindahan dari sayyidul istigfhar, yaitu bentuk rayuan seorang hamba pada Allah SWT, Sang Pencipta.
"Coba diperhatikan dalam sayyidul istighfar itu betapa indahnya. Menurut saya itu bukan doa tepatnya itu munajat. Karena bedanya munajat dengan doa kita pada umumnya. Kalau doa kita pada umumnya itu perintah misalnya 'Allah sehatkanlah pimpinan perusahaan kami, ampunilah kami' jadi perintah semua. Tapi kalau kita perhatikan doa sayyidul istighfar itu kayak rayuan," lanjut dia.
Karenanya, Kiki berpendapat setiap Muslim harus belajar beradab dalam berdoa agar tidak hanya perintah yang disampaikan.
"Kita itu perlu belajar beradab dalam doa, jangan perintah-perintah melulu. Hikmah itu yang diajarkan para Nabi, para orang-orang saleh. Ketika berbuat dosa kita memohon apapun itu dengan cara beradab dan beretika," katanya.
Baca juga: Bacaan Dzikir Pagi Sayyidul Istigfhar, Latin dan Artinya"Allah ngerti kok. Cuma dengan adab itu insyaallah apa yang kita harapkan lebih diperhatikan oleh Allah SWT," tutur Kiki.
Cara terakhir, tidak lagi terjerat dengan kesalahan yang sama. Sebab, hal tersebut adalah bentuk pembuktian apakah Anda betul-betul menyesalinya ataukah tidak.
(est)