Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home masjid detail berita

5 Tema Khutbah Jumat: Persiapkan Bekal Menuju Kampung Akhirat

Andi Muhammad Jum'at, 13 Januari 2023 - 05:05 WIB
5 Tema Khutbah Jumat: Persiapkan Bekal Menuju Kampung Akhirat
5 Tema Khutbah Jumat: Persiapkan Bekal Menuju Kampung Akhirat. Foto: iStock.
LANGIT7.ID, JAKARTA - Memasuki tahun baru 2023 tentunya juga disertai semangat baru dalam menjalani kehidupan. Bertambahnya usia bumi menandakan bahwa semakin dekat waktu menuju hari akhir, oleh karena itu penting bagi umat muslim untuk mempersiapkan dengan amal-amal salih sebagai bekal di akhirat kelak.

Seperti yang kita ketahui, dunia hanyalah tempat manusia tinggal sementara. Begitu pula dengan kenikmatan dunia, yang bersifat sementara. Kenikmatan yang sesungguhnya adalah di akhirat, tempat di mana kehidupan manusia sesungguhnya.

Untuk itu, kita sebagai umat muslim jangan sampai terlena dengan perkara duniawi. Sebab dunia adalah tempat di mana orang-orang mendapatkan ujian ataupun cobaan dari Allah SWT.

Sejatinya, sebagai umat muslim kita harus menyeimbangkan antara perkara dunia dan akhirat. Dengan begitu, Insya Allah kehidupan di dunia akan penuh berkah sekaligus sebagai bekal menuju akhirat kelak.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Pola Asuh Anak Agar Tidak Berperilaku Menyimpang

Berikut lima tema khutbah Jumat tentang persiapan bekal menuju akhirat yang bisa dibawakan khatib kepada para jamaah:

1. Jangan Terlena Kenikmatan Dunia

Tak sedikit umat muslim yang terlena akan kenikmatan dunia yang bersifat sementara. Kenikmatan yang diberikan Allah SWT di dunia juga merupakan suatu ujian. Misal, dengan bergelimang harta apakah orang tersebut akan tetap istiqamah, atau malah terjerumus pada kesombongan yang akan membawa celaka.

Oleh karena itu, Allah SWT menjanjikan Kepada hamba-hamba-Nya kehidupan yang kekal di akhirat kelak. Bagi hamba-Nya yang taat, Allah menjanjikan satu tempat di surga yang jauh lebih indah ketimbang dunia.

Allah telah memperingatkan kepada seluruh umat muslim agar tidal terlena kenikmatan dunia. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-A'la ayat 16-17:

بَلْ تُؤْثِرُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا. وَٱلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰٓ

Artinya: Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

Kehidupan di dunia hanyalah sarana menuju akhirat. Oleh karena itu, perbuatan-perbuatan yang kita lakukan selama di dunia akan menentukan posisi kita di sisi Allah SWT.

2. Mengerjakan Amal Salih

Seluruh perbuatan kita didunia akan dicatat sebagai pertimbangan posisi kita di akhirat kelak. Maka itu, mengerjakan amal salih merupakan bekal kita menuju surga. Amal saleh sendiri ialah perbuatan yang sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah atau menunaikan kewajiban agama.

Dengan mematuhi segala perintah dan menjauhi larangan-Nya, InsyaAllah kita akan tergolong sebagai orang saleh di mata Allah sebagai calon penghuni surga. Seperti firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 82:

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Artinya: Dan orang-orang yang beriman serta beramal salih, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

3. Muhasabah

Manusia tak luput dari dosa dan kesalahan, karenanya sangat penting untuk berbenah diri dengan cara muhasabah diri. Bermuhasabah diri ini berarti mengevaluasi perbuatan, tutur kata, dan amal yang telah dilakukan.

Muhasabah pun dapat dilakukan setiap saat, waktu dan setiap detik. Artinya tidak memilih momentum-momentum tertentu.

4. Meningkatkan Takwa

Sejatinya, Allah menciptakan manusia tak lain untuk menyembah-Nya serta memberi berbagai macam cobaan untuk menentukan posisi di kehidupan selanjutnya. Sebab itu, pentingnya meningkatkan takwa kepada Allah SWT agar iman tidak goyah ketika menghadapi cobaan.

Allah SWT memerintahkan kepada hamba-Nya untuk bertakwa kepada-Nya. Orang yang bertakwa sesungguhnya akan meraih kebaikan dunia dan akhirat. Allah berfirman dalam surat Ali 'Imran ayat 102:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

5. Segera Taubat

Taubat memiliki makna kembali ke jalan Allah dari segala perbuatan maksiat. Allah akan mengampuni segala dosa hamba-Nya jika dia benar-benar menyesali perbuatan di masa lalu serta berjanji tidak akan mengulangi.

Maka itu Allah selalu membuka pintu taubat kepada hamba-hamba-Nya, terlebih bagi mereka yang menyegerakan. Taubat semestinya dilakukan dengan segera tanpa menunda-nunda, sebab tidak ada yang tahu kapan ajal akan menjemput.

Hal ini seperti firman Allah SWT dalam surat An-Nisa ayat 17:

إِنَّمَا ٱلتَّوْبَةُ عَلَى ٱللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَٰلَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Artinya: Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Baca Juga: Ujian Dakwah dan Pertolongan Allah yang Tak Teduga

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)